Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perusahaan Susu Membayar Gaji Karyawannya Dengan Keju. (Foto: Oddity Central)
Dream - Lazimnya, uang digunakan untuk membayar gaji karyawan. Namun, ini tidak berlaku bagi produsen susu di Armenia, Asthtarak Kat Company.
Mereka membayar gaji karyawan dan pemasok susu segar dengan keju.
Dilansir dari Oddity Central, Senin 12 Desember 2016, kisah aneh ini berawal dari Astharak yang memproduksi keju blue mold yang bermerek Molder Blue pada tahun 2015.
Respons pasar terhadap keju ini pun cukup bagus sehingga perusahaan ini menggenjot produksinya besar-besaran.
Sekadar informasi, keju blue mold ini keju yang menggunakan fungi berjenis Penicillium. Tekstur keju ini lembut dan gampang lumer.
Namun hal tak terduga dialami perusahaan. Kejunya tak laku dipasaran. Pesanan pun sulit menjualnya. Alhasil mereka pun tekor dan kehabisan uang.
Saat penggajian, perusahaan memutuskan membayar gaji karyawan dengan keju.
© Dream
Tapi, Astharak kesulitan mencari pasar keju jenis ini. Perusahaan ini pun tekor dan kesulitan membayar gaji karyawan dan pemasok susu. Utang perusahaan pun mencapai 70 juta dram (Rp1,93 miliar).
Karena tak punya uang di kas perusahaan, Astharak pun memutuskan untuk membayar gaji karyawan dan pemasok susu dengan 1 kg keju. Nilainya 1 kg-nya dipatok sebesar 2 ribu dram (Rp55 ribu).
Dengan stok 60 ton keju, perusahaan ini sanggup menggaji semua karyawan, kalau bisa, menekan semua potensi kerugian. Tapi, tak semua orang senang dengan keputusan ini.
© Dream
Walikota Chambarak, Armenia, Yuri Avalyan, mengatakan pada dasarnya, orang-orang paham Astharak kekurangan uang untuk membayar gaji dan pasokan susu. Tapi, keputusan membayar dengan keju tak bisa diterima.
Pertama, konsumsi keju blue mold di Armenia sangat kecil. Kedua, mereka tidak punya tempat untuk menyimpan keju tersebut.
Akhirnya, ada jalan tengah bagi masalah ini. Orang-orang Chambarak sepakat gaji dibayar dengan keju asalkan Astharak menyimpan keju-keju itu di dalam kulkas sampai menemukan pembeli.
Avalya mengatakan saat ini mereka sedang berdiskusi dengan Rusia sebagai calon pembeli di samping mencari-cari pembeli potensial lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya