Uang Lawas China (Shanghaiist)
Dream - Tiongkok tak menyia-nyiakan uang lawas yang baru saja ditarik dari masyarakat. Uang-uang lawas itu tetap dijadikan sebagai barang berharga. Tapi bukan untuk alat pembayaran dalam transaksi jual beli. Melainkan dipakai untuk bahan bakar pembangkit listrik.
Negeri Tirai Bambu ini memang baru saja menarik uang-uang kertas lama yang beredar di masyarakat. Penarikan dilakukan setelah Bank Central Tiongkok memperkenalkan uang kertas baru pecahan 100 yuan pada pekan lalu.
Dikutip Dream dari laman Shanghaiist, Jumat 20 November 2015, uang yang dibakar itu jumlahnya 3 miliar yuan, atau sekitar Rp 6,4 triliun. Uang tersebut diangkut dengan truk-truk ke pembangkit listrik di Yancheng, Provinsi Jiangsu.
Lembaran-lembaran itu kemudian diiris-iris dan dijadikan satu dalam bentuk bongkahan-bongkahan kecil. Tiap bongkahan bernilai sekitar 3000 yuan atau sekitar Rp 6 juta.
Bongkahan-bongkahan itu kemudian diparut menjadi serbuk dan dicampur dengan jerami. Campuran itu kemudian dibawa ke tungku pembakaran, menjadi bahan bakar pembangkit listrik.
Pegawai pembangkit listrik menyebut masing-masing truk membawa 30 ton uang kertas lawas dan mereka membakar 1.800 ton uang kertas setiap harinya. Apa hasilnya? Menurut laman Shanghaiist, setiap 30 ton uang kertas mampu menghasilkan 30.000 kWh.
Advertisement

Mengapa Kekaisaran Romawi Pernah Memindahkan Pusatnya ke Konstantinopel dan Pecah Menjadi Dua

Tips Belajar Bahasa Baru dengan Aksara yang Berbeda Secara Cepat, Pahami Teknik yang Tepat

Hari yang Dihilangkan dalam Sejarah Manusia saat Pergantian Kalender

Penelitian Temukan Bahwa Cukup Tidur Benar-benar Bisa Bantu Mendongkrak Nilai

Ini yang Terjadi pada Otak Setelah Berhenti Konsumsi Gula Tambahan Selama Sebulan


Aroma yang Cocok Digunakan di Negara Tropis seperti Indonesia