9 dari 1000 Universitas Top Dunia Berasal dari Indonesia, Tempat Kuliahmu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 4 Juli 2019 17:12
9 dari 1000 Universitas Top Dunia Berasal dari Indonesia, Tempat Kuliahmu?
Ada 1.000 universitas yang masuk ke dalam kampus terbaik dunia.

Dream - QS World University Rankings kembali merilis peringkat universitas dunia untuk tahun 2019/2020. Lembaga ini memeringkat 1.000 universitas top dunia.

Dikutip dari laman topuniversities.com, Kamis 4 Juli 2019, peringkat 10 uniersitas top dunia didominasi dari Amerika Serikat dan Inggris.

Selain dua negara itu, universitas dari Swiss masuk daftar 10 peringkat teratas dunia.

Berikut ini adalah daftar 10 universitas terbaik dunia.

1. Massachussets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat

2. Stanford University, Amerika Serikat.

3. Harvard University, Amerika Serikat.

4. University of Oxford, Inggris.

5. California Institute of Tecnhology (Caltech), Amerika Serikat.

6. ETH Zurich - Swediss Federal Institute of Technology, Swiss.

7. University of Cambridge, Inggris.

8. UCL, Inggris.

9. Imperial College London, Inggris.

10. University of Chicago, Amerika Serikat.

1 dari 7 halaman

Ada 9 Universitas di Indonesia Masuk Daftar

Kabar baiknya, Indonesia masuk ke dalam daftar kampus terbaik dunia. Ada sembilan kampus yang masuk ke dalam daftar ini.

Di Indonesia, yang teratas adalah Universitas Indonesia yang menduduki peringkat ke-296 dan Universitas Gadjah Mada dengan ranking ke-320.

Berikut ini adalah rinciannya.

1. Universitas Indonesia (peringkat 296).

2. Universitas Gadjah Mada (peringkat 320).

3. Institut Teknologi Bandung (peringkat 331).

4. Institut Pertanian Bogor (peringkat 601-650).

5. Universitas Airlangga (peringkat 651-700).

6. Universitas Padjadjaran (peringkat 751-800)

7. Universitas Bina Nusantara (peringkat 801-1000)

8. Universitas Diponegoro (peringkat 801-1000)

9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (peringkat 801-1000)

2 dari 7 halaman

Dulu Bocah Pemulung, Kini Jadi Mahasiswi Cantik Kampus Ternama

Dream - Akhir Mei lalu jadi momen penuh bangga bagi Sophy Ron. Gadis asal Kamboja ini merayakan kebahagiaan diterima menjadi mahasiswi di University of Melbourne, Australia.

Tidak ada yang menyangka gadis lulusan Trinity College ini dulunya adalah bocah pemulung. Sophy bahkan hampir kehilangan mimpi bisa menempuh pendidikan.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 17 Juni 2019, Sophy melewatkan masa kecilnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kota Phnom Penh. Dia bekerja sebagai pemulung sejak kecil hingga berusia 11 tahun.

 Sophy Ron

Waktunya habis untuk memungut sampah. Dia hampir tidak punya kesempatan merasakan bangku sekolah.

3 dari 7 halaman

Membanggakan

Berkat Cambodian Children's Fund (CCF), Sophy akhirnya bisa tersenyum bangga. Dia akhirnya bisa mewujudkan mimpi untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya lewat beasiswa dari lembaga donor tersebut.

Dulu, Sophy menghabiskan tujuh hari sepekan untuk duduk dan memilah-pilah sampah. Dia pun terpaksa menghirup asap beracun demi membantu kedua orangtuanya mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup.

Gadis ini dan keluarganya harus bertahan dengan hidup yang keras. Tidak jarang mereka makan makanan sisa yang didapat dari tumpukan sampah.

 Sophy Ron

4 dari 7 halaman

Tak Lupa Masa Kecil

Kini, Sophy berdiri dengan bangga di panggung di hadapan teman-temannya. Dia pun memberikan pidato dalam bahasa Inggris yang lancar, berbeda jauh dengan masa lalunya yang menyakitkan.

Meski begitu, Sophy tidak melupakan masa kecilnya. Dia telah kembali ke lingkungannya untuk sementara waktu, merayakan keberhasilan bersama orang-orang sekitarnya, untuk kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sumber: worldofbuzz.com

5 dari 7 halaman

NUS Bukan Lagi Universitas Nomor Wahid di Asia

Dream - The Nasional University of Singapore (NUS) harus merelakan posisinya sebagai universitas terbaik Asia. Gelar yang digenggam perguruan tinggi di Singapura selama tiga tahun berturut-turut itu beralih ke pesaingnya..

Hasil survei terbaru dari majalah Times Higher Education yang bertajuk 'World University Rankings 2019', posisi NUS di tingkat dunia tergeser oleh Tsinghua University, China. Di survei ini, Tsinghua University menduduki peringkat 22 dari 25 universitas terbaik dunia.

Di survei sebelumnya, peringkat tersebut diduduki NUS. Kini, posisi NUS melorot ke peringkat 23.

Melorotnya peringkat tersebut sekaligus menandai berakhirnya gelar universitas terbaik se-Asia yang disandang NUS. Gelar tersebut kini disandang Tsinghua University.

Pemeringkatan terbaru ini diluncurkan pada Rabu malam yang digelar di World Akademic Summit di Singapura.

6 dari 7 halaman

Kampus China Melejit

Editorial Director Times Higher Education, Phil Buty, menjelaskan meningkatnya peringkat Tsinghua University disebut didorong oleh perbaikan linkungan akademik. Meski demikian, dia menyebut NUS tetap sebagai salah satu universitas paling inovatif dan dinamis di dunia.

" NUS memiliki nilai yang luar biasa dari sekian metrik Time Higher Education, serta masuk dalam daftar 30 universitas terbaik dunia, menunjukkan NUS adalah magnet bagi bakat global sekaligus mitra penelitian yang paling banyak dicari," ujar Buty, dikutip dari Straits Times.

Tetapi, Buty mencatat peringkat baru ini menunjukkan begitu ketatnya persaingan dari universitas di China. Negara tirai bambu itu memang meletakkan perguruan tingginya sebagai jantung pertumbuhan ekonomi nasional.

7 dari 7 halaman

Tanggapan Rektor NUS

Rektor NUS, Tan Eng Chye, mengaku bangga kampusnya terus dipandang sebagai universitas terkemuka, baik di dunia maupun di Asia.

" Dunia kerja terus berubah, universitas perlu terus berinovasi dan berkembang secara efektif untuk menjawab tantangan Revolusi Industri Keempat," kata dia.

Pemeringkatan Times merupakan satu dari tiga pemeringkatan yang selalu dipakai acuan di dunia perguruan tinggi. Survei ini disusun menggunakan 13 indikator, termasuk riset, transfer pengetahuan industri dan pandangan internasional.

Sedangkan peringkat pertama masih diduduki Oxford University, Inggris. Urutan kedua dan ketiga ditempati Cambridge University, Inggris disusul Stanford University, Amerika Serikat.

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-