Gedung dan Hotel Boleh Ajukan Proposal Gelar Resepsi, Begini Syaratnya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 8 November 2020 16:00
Gedung dan Hotel Boleh Ajukan Proposal Gelar Resepsi, Begini Syaratnya
Pemberian izin terkait pelaksanaan resepsi harus tetap memenuhi sejumlah persyaratan

Dream - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerbitkan izin bagi para pengusaha gedung pertemuan maupun hotel untuk menggelar resepsi pernikahan. Keputusan itu menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di ibukota.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Gumilar Ekalaya mengingatkan pemberian izin terkait pelaksanaan resepsi harus tetap memenuhi sejumlah persyaratan yang terlebih dahulu diajukan kepada Tim Gabungan Pemprov DKI.

" Gedung pertemuan maupun venue, atau hotel-hotel yang akan melaksanakan resepsi pernikahan dipersilakan mengajukan permohonan ke Tim Gabungan Pemprov DKI via Dinas Parekraf," jelas Gumilar kepada wartawan, Jumat 6 November 2020.

1 dari 3 halaman

Lebih lanjut Gumilar mengatakan, persyaratan yang harus dipenuhi pengusaha gedung agar mendapatkan izin resepsi pernikahan haruslah menerapkan kapasitas maksimal 25 persen.

Penyelenggaran event pernikahan (wedding organizer) juga harus melampirkan proposal terkait rencana penerapkan protokol kesehatan sebagia pencegahan penularan Covid-19.

" Dengan kapasitas 25 persen dan melampirkan proposal protokol kesehatan," terangnya.

(Sumber: merdeka.com)

2 dari 3 halaman

Pesta Nikah di Bekasi Harus Digelar Drive Thru

Dream - Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen, melarang warganya melangsungkan resepsi pernikahan dengan model prasmanan. Penyajian makanan hanya diperbolehkan menggunakan boks.

" Saat ini gedung pertemuan tidak boleh prasmanan, harus menggunakan boks," kata Pepen, Jumat 25 September 2020.

Menurutnya, menggelar acara resepsi di tengah situasi pandemi, masih terbilang sangat riskan. Karena meski seluruh tamu undangan yang hadir memakai masker, namun untuk menjaga jarak masih sulit dilakukan.

" Karena meski semuanya menggunakan masker, tapi kan masih berkerumun," ucap Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi itu.

Agar lebih aman, Pepen pun menganjurkan warga menggelar resepsi pernikahan dengan model drive thru, seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu. Pernikahan model ini dianggap yang paling tepat untuk menghindari penularan virus antar pengunjung.

Terlebih saat ini penyebaran virus Covid-19 melalui transmisi udara, disebutkan cukup tinggi, sehingga menambah resiko acara resepsi yang digelar di lokasi tertutup.

" Harusnya memang drive thru," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Sempat Viral

Sebelumnya pernikahan drive thru pernah dilakukan pasangan pengantin di Bekasi, pada 8 Agustus 2020 lalu. Acara yang digelar di halaman parkir ruko Bekasi Town Square, Bekasi Timur, Kota Bekasi itu mengundang sekitar 1.300 tamu.

Para tamu undangan yang hadir, tidak diperkenankan meninggalkan kendaraan selama prosesi acara. Mereka pun hanya bisa menyapa mempelai pengantin dari dalam mobil, dengan jarak yang sudah diatur oleh panitia.

Gelaran resepsi pernikahan yang sempat viral ini, mendapat respon positif dari warganet karena dapat mencegah penyebaran virus yang kerap terjadi di acara-acara pernikahan.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar