Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Soekarno Hatta menggagalkan penyelundupan benda cagar budaya berupa tengkorak manusia yang akan dikirim ke Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Total terdapat empat buah tengkorak dalam tiga paket pengiriman yang berhasil digagalkan dalam kurun waktu 20-24 Desember 2015 lalu.
Dari penggagalan upaya penyelundupan pertama yang terjadi pada 20 Desember 2015, petugas berhasil mengamankan satu buah tengkorak yang dikirim dari Bali tujuan AS. Selanjutnya, pada upaya penyelundupan kedua pada 23 Desember 2015, petugas kembali mengamankan satu buah tengkorak yang dikirim dari Bali tujuan AS.
Sehari berselang, petugas kembali menggagalkan penyelundupan dua buah tengkorak pada 24 Desember 2015. Kali ini, benda cagar budaya tersebut sedianya akan dikirim ke Australia, dengan asal pengiriman dari Bali.
Dalam keterangan resminya pada Selasa, 16 Februari 2016, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan, modus yang dilakukan untuk menyelundupkan tengkorak tersebut adalah dengan menginformasikannya sebagai barang kerajinan (handycraft). Diduga tengkorak-tengkorak tersebut akan digunakan untuk penelitian atau dijual sebagai barang antik.
Barang bukti dari ketiga penggagalan upaya penyelundupan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah dilakukan penelitian, terungkap bahwa tengkorak-tengkorak tersebut telah berumur lebih dari 50 tahun dan dikategorikan sebagai benda cagar budaya.
Sebagai warisan sebuah budaya, benda cagar budaya perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikannya.
Sebagai informasi, berdasarkan Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya, disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa izin Menteri membawa cagar budaya ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama sepuluh tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1,5 miliar.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire