Begini Cara Ubah Bisnis Anda Jadi Waralaba

Reporter : Ramdania
Jumat, 26 Juni 2015 08:00
Begini Cara Ubah Bisnis Anda Jadi Waralaba
Apakah sudah saatnya bisnis Anda menggurita?

Dream - Bisnis Anda booming, siap diperluas dan bertumbuh. Anda bermimpi memiliki bisnis yang menggurita di berbagai lokasi. Anda memutuskan inilah waktu yang tepat untuk mewaralabakan bisnis Anda.

Namun mewaralabakan bisnis bukan perkara mudah. Sebagai Pemberi Waralaba (Franchisor) Anda harus menyiapkan segalanya, mulai dari penganggaran untuk biaya awal, melakukan survei terhadap Penerima Waralaba (Franchisee), mengenal aspek hukum waralaba, menghitung franchise fee (biaya waralaba) dan royalti fee (biaya royalti), dan sebagainya.

Seperti dikutip dari Enterpreneur, Jumat 26 Juni 2015, berikut ini adalah 10 pertanyaan yang bisa menjadi acuan bagaimana bisnis yang Anda mulai bisa diwaralabakan.

1. Di mana mendapat sumber informasi tentang waralaba?

Penasihat bisnis waralaba profesional dan penulis Menjadi Pemilik Waralaba, Joel Livaba, menyarankan untuk menghubungi konsultan dan perusahaan pengembang waralaba sebagai langkah awal. Mereka punya keahlian yang diperlukan agar Anda bisa memulai bisnis waralaba.

Namun perlu diingat, layanan konsultasi mereka tidaklah gratis. Selain perusahaan konsultasi, Anda juga bisa bergabung dengan International Franchise Association (IFA) untuk mendapat informasi sebanyak-banyaknya tentang waralaba. Organisasi ini menyediakan pelatihan waralaba online, baik yang gratis maupun yang berbayar.

2. Berapa biaya awal mendirikan bisnis waralaba?

Biaya awal dapat berkisar antara US$ 100.000 hingga US$ 150,000, atau bahkan lebih tinggi," kata Libava. Biaya-biaya itu untuk menutupi biaya pemasaran, biaya hukum, dan biaya operasional.

Biaya ini belum termasuk biaya membayar konsultan, pelatihan, konstruksi desain, dan sebagainya. Itu hanya untuk memulai bisnis waralaba di hari pertama. Ketahui dari awal bahwa biaya mengubah bisnis besar menjadi waralaba besar ternyata tidaklah murah.

3. Berapa persen royalti fee yang seharusnya ditargetkan?

Pendapatan dari waralaba umumnya diperoleh melalui penentuan persentase royalti fee. Ini adalah biaya yang disepakati oleh franchisee yang harus dibayar kepada franchisor sebagai pemilik merek atau brand. Besarnya biaya royalti ini biasanya antara 4 sampai 6 persen, meskipun beberapa waralaba menarik royalti fee tinggi hingga 25 persen.

Libava mengatakan umumnya franchisor menetapkan 5 persen sebagai royalti fee yang harus dibayar franchisee. Pembayaran royalti fee dilakukan setiap bulan. Anda, sebagai franchisor, juga menarik franchise fee yang biasanya dibayarkan sekali oleh franchisee.

4. Berapa keuntungan yang diperoleh dari sistem waralaba?

Jawabannya, tidak bisa ditentukan. Margin keuntungan akan tergantung pada seberapa sukses bisnis waralaba Anda. Namun, untuk sekedar gambaran, Libava membuat skenario seperti ini. Taruhlah Anda membuka waralaba makanan.

" Jika saya, sebagai franchisor, punya 500 franchisee yang masing-masing memiliki satu toko, dan jika setiap toko berhasil mendapat keuntungan US$ 500.000 per tahun dari penjualan kotor mereka, dan saya mendapatkan royalti fee lima persen dari setiap franchisee setiap tahun, saya akan mendapatkan US$ 25,000 per tahun dikali 500. Jadi Anda sudah bisa membayangkan berapa keuntungan yang didapat."

5. Apa dasar-dasar hukum yang harus dipertimbangkan?

Waralaba membutuhkan penanganan masalah hukum yang rumit. Hal terbaik untuk memudahkan langkah mendirikan waralaba adalah berkonsultasi dengan seorang pengacara yang berpengalaman, terutama yang ahli di bidang hukum waralaba.

Ini juga penting untuk dicatat bahwa negara-negara tertentu memiliki persyaratan pendaftaran yang harus Anda patuhi agar bisnis waralaba telah mentaati hukum negara itu.

6. Apa itu Prospektus Penawaran Waralaba (Franchise Disclosure Document) dan mengapa saya harus memilikinya?

Jika Anda serius mendirikan bisnis waralaba, Anda akan dihadapkan untuk melihat dan meneliti prospektus perusahaan. Di Amerika dikenal dengan nama Franchise Disclosure Document (FDD). Tujuan dari FDD adalah untuk memberikan informasi kepada calon pembeli waralaba tentang berbagai hal antara lain rincian investasi, biaya yang harus dikeluarkan dan kewajiban kedua pihak, baiki franchisor dan franchisee.

Format FDD yang standard mengandung 23 item. Setiap item memberikan rincian khusus mengenai peluang waralaba. Dokumen ini biasanya dirancang oleh pengacara dan akan berisi banyak tentang segala hal yang berhubungan dengan hukum dan definisi. Biaya pembuatan dokumen ini biasanya antara US$ 10.000 hingga US$ 35.000 di Amerika.

7. Bagaimana saya bisa memikat franchisee potensial?

Salah satu cara terbaik adalah dengan menjelaskan dalam berbagai materi pemasaran perusahaan dan website Anda tentang bisnis waralaba Anda. Untuk lebih mendapatkan peluang merekrut franchisee sebanyak-banyaknya, Anda bisa mendirikan stan dan ikut di berbagai pameran perdagangan industri waralaba, seperti Franchise Expo Internasional. Atau, Anda bisa mempertimbangkan jasa broker waralaba untuk menghasilkan franchisee lead untuk Anda.

Ketika memasarkan waralaba kepada calon franchise, Mark Siebert dari iFranchise Group, mengatakan yang terbaik adalah menyajikan bisnis Anda sebagai peluang dan hubungan yang saling menguntungkan.

" Tunjukkan pada mereka Anda terbuka untuk jenis kemitraan yang saling memberi dan menerima antara dua pemilik bisnis. Saya yakin mereka akan datang pada Anda," kata Siebert.

8. Bagaimana menghadapi calon franchisee?

" Anda harus benar-benar hati-hati saat menjaring franchisee. Lakukan wawancara secara pribadi dan kenali mereka. Anda harus memastikan bahwa mereka memiliki niat yang besar di mata mereka," kata Libava.

Untuk lebih membangun kepercayaan - dan untuk menyaring apel busuk yang mungkin saja muncul di masa depan - Libava juga menganjurkan untuk memeriksa latar belakang dan kredit semua calon pewaralaba. Catat semua bendera merah yang Anda temukan, seperti masalah hukum di masa lalu, tuduhan penipuan atau kebangkrutan.

9. Berapa lokasi yang harus saya buka di masa-masa awal?

Anda punya dua pilihan:

a. Anda mengizinkan franchisee membuka hanya satu toko atau stan dalam satu lokasi.
b. Anda menawarkan franchisee peluang untuk membuka beberapa toko atau stan dalam satu lokasi.

Baik Libava dan Siebert menyarankan untuk pemula sebaiknya menjalankan pilihan pertama. Baru setelah bisnis dirasa mengalami kemajuan dan Anda siap untuk sibuk, Anda bisa mengembangkannya dengan memilih pilihan b.

10. Apa kesalahan-kesalahan umum yang biasa dialami pemula?

Libava mengatakan kesalahan terburuk yang sering dia lihat adalah berkonsultasi dengan pengacara franchise saja, tanpa mencari nasihat tambahan dari perusahaan pengembangan waralaba atau konsultan. " Ini disebut ingin mencari yang murah tapi harus menanggung biaya lebih dalam jangka panjang."

Kesalahan umum lainnya adalah mengubah bisnis menjadi waralaba tanpa membuka lokasi kelinci percobaan kedua. " Itu menjadi lokasi prototipe Anda, bagaimana Anda melihat apakah waralaba bisa berjalan."

Beri Komentar