Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wapres AS, Mike Pence menganggap Indonesia mitra penting dan berharga.
Dream - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Richard Pence mengatakan Indonesi memiliki peran penting dan berharga bagi pemerintahannya. Dia berharap kedua negara dapat membuka ruang baru bagi kerja sama saling menguntungkan.
Menurut Pence perusahaan AS sudah cukup lama menanamkan investasinya di Indonesi. "Kami menjual barang dan jasa di sini dan mengambil andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pence dalam pernyataan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis, 20 April 217.
Pence berharap pemerintah AS dapay kembali membuka beberapa ruang agar kerja sama ekonomi kedua negara semakin efektif.
Sebagai perwakilan Presiden Donald Trump, Pence menyebutkan keinginan agar Indonesia dan AS bisa bersama-sama memajukan perekonomian tak hanya di masing-masing negara, namun juga dunia.
"Seperti yang sudah diungkapkan Presiden Joko Widodo, kami menginginkan hubungan yang sama-sama menguntungkan," tegasnya.
Kedatangan Pence cukup penting di saat presiden AS berencana menerbitkan perintah eksekutif mengenai negara-negara 'curang'. Dalam daftar tersebut, Indonesia masuk dalam kategori 'negara curang' di bidang ekonomi.
Dalam daftar yang diungkapkan Trump, ada sekitar 19 negara yang diuntungkan AS, namun tidak memberikan timbal balik bagi AS.
Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters menjelaskan bahwa perintah Presiden Donald Trump dimaksudkan untuk membuka hambatan perdagangan produk-produk AS, termasuk dengan Indonesia.
Menurut McFeeters, langkah yang ditempuh Trump dengan mengeluarkan perintah eksekutif tersebut merupakan bagian kebijakan ekonomi pemerintah AS yang ingin memaksimalkan potensi perdagangan dan mengurangi hambatan-hambatan yang mempersulit ekspor produk AS ke luar negeri.
(Sah/Sumber: Merdeka.com)