Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (Merdeka.com)
Dream - Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sukses melahirkan inovasi sistem pengelolaan keuangan daerah membuat Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kepincut. Bersama jajarannya, Nurdin datang ke Bumi Blambangan untuk belajar dari pengalaman sukses tersebut.
Dikutip dari laman Merdeka.com, Rabu, 2 Agustus 2017, Nurdin menilai Banyuwangi sukses membuat inovasi pengelolaan keuangan daerah, perencanaan, dan monitoring keuangan desa.
"Sistem yang memangkas mata rantai penyusunan dan pengawasan anggaran dengan menggunakan teknologi, khususnya di level desa, belum dilakukan di Bantaeng. Tapi Banyuwangi sudah melakukannya," kata Nurdin.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga ingin mempelajari pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), di mana Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh nilai SAKIP A.
Menurut Nurdin, perkembangan Banyuwangi dalam tujuh tahun terakhir ini sangat cepat. Dulu Banyuwangi hanya daerah transit saja, tapi kini telah menjadi tujuan destinasi pariwisata di Indonesia.
“10 tahun lalu, saya ke sini Banyuwangi masih belum apa-apa. Saat ini sudah sangat berubah,” kata Nurdin.
Sementara, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, capaian Banyuwangi saat ini merupakan hasil kerja keras rakyat dan birokrasi.
"Kami hanya memotivasi saja. Karena konsep tersulit membangun daerah itu bagaimana mendorong kerja bersama birokrasi dan masyarakat,” kata Anas.
Dalam kesempatan itu, Anas juga berharap kepada jajaran Banyuwangi untuk bisa belajar terobosan pembangunan yang telah dilakukan Bantaeng, khususnya masalah kesehatan.
"Bantaeng ini sudah banyak dapat penghargaan. Kita tidak perlu malu untuk belajar, sama-sama saling menimba ilmu. Kesempatan ini harus kita manfaatkan, mumpung Bantaeng hadir di Banyuwangi. Mereka unggul antara lain di layanan kesehatan, Banyuwangi harus belajar," tegas Anas.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS