Jokowi Meluncurkan "Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan Dan Satwa Liar" (Sumber: Setkab.go.id)
Dream - Pemerintah Joko Widodo akan kembali melakukan moratorium. Setelah lahan gambut, kini perkebunan kelapa sawit dan pertambangan akan menjadi sasaran.
" Sekarang siapkan lagi moratorium kelapa sawit, siapkan lagi moratorium wilayah pertambangan. Harus seperti itu," kata Jokowi seperti dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Jumat, 15 April 2016.
Jokowi mengatakan permintaan ini telah disampaikannya kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. " (Moratorium kelapa sawit dan pertambangan harus) konkret, jelas, dan tertulis regulasinya," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Sekadar informasi, Jokowi mengatakan Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dan terkenal sebagai paru-laru dunia. Harapan dunia dan masa depan alam pun bergantung kepada Indonesia. Kelestarian alam tidak sebatas menanam pohon, tapi juga menjaga tumbuhan dan satwa liar yang terdapat di lingkungan itu.
Hal tersebut disampaikan presiden saat Pencanangan " Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar" yang ditandai dengan pelepasan 200 ekor tukik penyu sisik, 4 ekor penyu dewasa, 4 ekor elang bondol, serta 400 ekor burung tekukur, cerucuk, dan kutilang.
" Pencanangan 'Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar' adalah jawaban Indonesia atas permintaan dunia kepada kita untuk menjaga paru-paru dunia," kata dia.
Pada pencanangan Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar itu juga dilakukan penanaman atau transplantasi karang dan lamun sebanyak 1.000 spesimen oleh masyarakat, dan restorasi hutan bakau dan mangrove sebanyak 5.000 bibit mangrove.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres
