Saham Sektor Konsumsi Ambruk 6%, ISSI Tiarap di Zona Merah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 September 2019 16:55
Saham Sektor Konsumsi Ambruk 6%, ISSI Tiarap di Zona Merah
Sektor barang konsumsi dan manufaktur paling tertekan.

Dream - Ambruknya saham-saham di sektor barang konsumsi menenggelamkan laju indeks acuan di pasar modal Indonesia. Sejumlah indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung tiarap sejak awal perdagangan. 

Pelaku pasar sepertinya menjauh dari lantai bursa untuk menanti data perekonomian terbaru yang akan dikeluarkan Badan Pusa Statistik (BPS). Kondisi pasar yang jenuh beli juga membuat laju indeks untuk menguat sangat tipis. 

Meski didominasi pelemahan, laju indeks bluechips syariah justru masih bisa bertahan menguat. Meski penguatan itu baru berlangsung jelang sesi penutupan.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 16 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,220 poin (0,11%) ke level 191,228. ISSI langsung bergerak ke zona merah usai dibuka memerah ke level 191,287 di sesi pra-pembukaan.

Minimnya aksi jual beli saham syariah membuat ISSI mendekam sepanjang perdagangan di zona merah. ISSI sempat terseret ke level terendah 189,618.

Koreksi juga dialami indeks JII70 yang turun 0,014 poin (0,01%) ke level 236,151.

Di saat ISSI dan JII70 bergerak turun, indeks Jakarta Islamic Index (JII) justru bergerak naik. Indeks berisi 30 bluechip syariah ini naik tipis 6,547 poin (0,94%) ke level 700,229.

Secara umum pasar modal Indonesia memang sedang dilanda tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 115,408 poin (1,82%) ke level 6.219,435.

1 dari 5 halaman

Tekanan harga minyak dunia ini membuat mayoritas indeks sektoral terjun bebas. Investor ramai melepas saham di sektor barang konsumsi dan manufaktur. Kedua indeks sektoral ini anjlok masing-masing 6,06 persen dan 3,66 persen.

Memanfaatkan isu kenaikan harga minyak dunia yang menguat, hanya indeks saham sektor pertambangan yang naik 0,94 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCID yang harga sahamnya meningkat Rp650, INTP Rp450, POLL Rp395, DSSA Rp375, dan UNVR Rp350.

Sebaliknya, saham BRAM melorot Rp1.175, TPIA Rp600, TCPI Rp550, OMRE Rp340, dan MAPA Rp325.

Pada 16.14, penguatan harga minyak membuat rupiah jeblok. Nilai tukar dolar AS menguat 66 poin (0,47%) ke level Rp14.032.(Sah)

2 dari 5 halaman

Rupiah Menguat di Level Rp13 Ribu, Indeks Syariah Malah Loyo

Dream - Sentimen positif dari luar negeri tak mampu mendorong pelaku pasar untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jelang libur akhir pekan, indeks bursa saham Indonesia didominasi pelemahan termasuk tiga indeks acuan saham syariah. 

Stimulus moneter di Eropa hanya membawa angin baik untuk nilai tukar rupiah. Sementara investor pasang modal tak mengindahkan meredanya perang dagang AS-China dan lebih terpengaruh oleh teknikal indeks yang memang diprediksi akan terkoreksi.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 13 September 2019 pukul 16.08 WIB bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar AS ditekan ke bawah Rp14 ribu. Mata uang Paman Sam melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp13.956 per dolar AS.

Sekadar informasi, keputusan Bank Sentral Eropa melanjutkan stimulus dan pemangkasan bunga acuan lebih lanjut.

Sementara data BEI mencatat, indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,812 poin (0,42%) ke level 191,448. ISSI hanya bergerak naik sekitar 30 menit setelah bel perdagangan dibuka usai naik ke level 192,758 di sesi pra-pembukaan.

Meski sempat naik tipis di awal sesi kedua, ISSI tak mampu melawan tekanan jual dari pelaku pasar. Hingga sesi penutupan ISSI terus bergerak turun dan sempat jatuh ke level terendah 190,759.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bernasib sam. Melemah 2,076 poin (0,29%), indeks JII turun ke level 693,682. Sementara Indeks JII70 turun 1,169 poin (0,49%) ke level 236,165.

Pasar modal Indonesia jelang libur akhir pekan ini memang dilanda tekanan. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpeleset 7,331 poin (0,12%) ke level 6.334,843.

3 dari 5 halaman

Kurang `Angin Baik`

Minim sentimen positif membuat penanam modal enggan melantai di bursa. Indeks sektor pertanian menguat 0,46 persen, keuangan 0,32 persen, infrastruktur 0,19 persen, dan industri aneka 0,04 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertambangan terkoreksi 2,10 persen, industri dasar 0,73 persen, perdagangan 0,31 persen, manufaktur 0,28 persen, propreti 0,24 persen, dan barang konsumsi 0,13 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp525, INTP Rp375, SMGR Rp325, MAPA Rp275, dan FISH Rp250.

Harga saham ITMG merosot Rp725, EMTK Rp500, TPIA Rp400, ICBP Rp325, dan DSSA Rp275.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Ikut `Berduka` di Hari Pemakaman BJ Habibie

Dream - Indeks bursa saham Indonesia seperti turut bersedih dengan kepergian Presiden ketiga Indonesia, Bacharduddin Jusuf Habibie untuk selama-lamanya. Menguat di awal perdagangan, indeks saham di Bursa Efek Indonesia pelan-pelan jatuh ke zona negatif.

Laju pelemahan indeks saham ini bertolak belakang dari perkiraan akan adanya kenaikan dari sejumlah analis yang melihat sentimen positif dari pasar global. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Kamis, 12 September 2019, tiga indeks syariah yang menguat di awal sesi kompak menutup perdagangan dengan bergerak melemah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat merosot 1,954 poin (1%) ke level 192,260. ISSI dibuka menguat di level 194,336 saat baru memasuki pra-pembukaan perdagangan. Hanya dalam hitungan menit, ISSI langsung terjun ke zona negatif hingga sesi perdagangan berakhir.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) sore ini juga ditutup tajam 10,475 poin (1,48%) ke level 695,758. Sementara Indeks JII70 merosot 3,236 poin (1,34%) ke level 237,334.

Dari pergerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks acuan pasar modal Indonesia itu juga melemah 39,780 poin (0,62%) ke level 6.342,174.

5 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Melemah

Semua indeks sektoral melemah. Investor melepas saham-sahamnya paling banyak di sektor industri aneka, infrastruktur, dan pertambangan. Indeks sektor industri aneka terkoreksi 2,02 persen, infrastruktur 1,37 persen, dan pertambangan 1,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah FIRE yang harga sahamnya menguat Rp370, POLL Rp330, SMGR Rp300, SIPD Rp100, dan AKSI Rp94.

Sebaliknya, harga saham ITMG turun Rp550, UNVR Rp550, UNTR Rp450, DSSA Rp275, dan INDF Rp200.

Pada 16.23, rupiah juga ikut melemah. Nilai tukar dolar AS menguat 83 poin (0,59%) ke level Rp14.143.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen