Presiden Joko Widodo (Jokowi) Meresmikan Rumah Tapak Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Di Cikarang, Jawa Barat. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalaman masa lalunya yang harus berjuang memiliki rumah sendiri. Rupanya, Jokowi pernah mengontrak rumah selama bertahun-tahun sebelum akhirnya membeli rumah pertama.
“ Dulu, saya ngontrak rumah 9 tahun, baru bisa beli rumah,” kata dia saat meresmikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)—proyek rumah MBR ini bernama Villa Kencana Cikarang, di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari berbagai sumber, Jumat 5 Mei 2017.
Jokowi mengatakan senang dengan pembangunan rumah tapak untuk MBR. Rumah MBR yang telah dibangun sebanyak 4.734 unit dan akan dibangun lagi sebanyak 4.015 unit. Tipe rumah MBR ini 25/60. Rumah seharga Rp112 juta ini memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
“ (Tipe ini) lebih dari cukup menurut saya. Dulu, saat saya ngontrak rumah, kemudian memiliki rumah dengan tipe ini sudah cukup. Ini tipe 25, (ada) 2 kamar, daripada ngontrak,” kata dia.
Mantan walikota Solo itu mengatakan masyarakat bergaji Rp3,5 juta per bulan, bisa mencicil rumah ini dengan angsuran Rp750 ribu per bulan. Pemerintah pun memberikan fasilitas bantua uang muka sebesar Rp4 juta sehingga down payment rumah bisa terbayarkan.
“ Kalau rezeki, Allah yang mengatur. Kalau ada rezeki yang lebih baik, membeli rumah yang lebih gede. Tapi, paling tidak rakyat sudah memiliki rumah terlebih dahulu,” kata dia.
Advertisement

Tak Peduli Laki-Laki atau Perempuan, Ini Alasan Mengapa Setiap Orang Harus Bisa Memasak

Mengapa Orang Bersepeda Lebih Banyak Menggunakan Pakaian yang Ketat?

Budaya Ngopi di Indonesia Serta Sejarah Masuk Minuman Hitam Nan Nikmat Ini
7 Makanan yang Sering Dikira Ultra-Processed Food, Padahal Belum Tentu

Penelitian Ungkap Kebiasaan Screen Time Menggunakan Media Sosial Bisa Sebabkan Jerawat pada Remaja

6 Cara Menciptakan Rumah yang Tenang untuk Membantu Mengurangi Stres
7 Makanan yang Sering Dikira Ultra-Processed Food, Padahal Belum Tentu