Indeks Syariah Naik Tipis Jelang Pemilihan Menteri Baru Jokowi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 21 Oktober 2019 16:58
Indeks Syariah Naik Tipis Jelang Pemilihan Menteri Baru Jokowi
Rupiah terangkat, bagaimana dengan IHSG?

Dream - Indeks saham syariah menggeliat di tengah kabar pemanggilan sejumlah tokoh ke Istana Negara oleh presiden Joko Widodo. Santer beredar para tokoh tersebut dipanggil untuk mengisi posisi kabinet Jokowi jilid 2.

Laju indeks saham syariah di pasar modal Indonesia ini merespons hati-hati pembentukan kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amien.

Dari dunia internasional, pelaku pasar justru dihadang oleh sejumlah sentimen negatif. Bara Perang Dagang Amerika Serikat-China kembali memanas usai dunia menantikan adanya kesepakatan baru dari kedua negara tersebut. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Senin 21 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup naik tipis 0,053 poin (0,03%) ke level 1789,552. ISSI yang dibuka menguat di level 189,878 saat sesi pra-pembukaan, hanya mampu mempertahankan laju positifnya sampai sesi pertama. 

Di sesi kedua perdagangan, laju ISSI bergerak fluktuatif. Dengan koreksi tipis, ISSI berulang kali terpeleset masuk  zona merah. Aksi beli jelang sesi penutupan berhasil mendorong ISSI menutup perdagangan di teritori positif.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat tipis 2,077 (0,30%) ke level 683,733. Indeks JII70 hanya naik 0,514 poin (0,22) ke level 232,907.

Menguat signifikan di awal sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bisa naik 7,040 poin (0,11%) ke level 6.198,987 saat sesi perdagangan ditutup.

1 dari 5 halaman

Rupiah `Taklukkan ` Dolar AS

Meskipun disambut positif, investor masih menaham diri untuk melantai. Para penanam modal lebih sering membeli saham di sektor barang konsumsi, pertanian, dan manufaktur. Indeks sektor barang konsumsi terangkat 0,82 persen, pertanian 0,73 persen, dan manufaktur 0,41 persen.

Sektor industri dasar terkoreksi 0,25 persen, perdagangan 0,23 persen, properti 0,12 persen, dan infrastruktur 0,12 persen.

Emiten-emiten syariah yang bertengger di kelompok 5 top gainer yaitu ITMG yang harga sahamnya naik Rp500, UNVR Rp300, AALI Rp150, SHID Rp150, dan ICBP Rp125.

Sebaliknya, yang terperosok ke top loser adalah DSSA Rp775, MINA Rp18, MCAS Rp170, PICO Rp170, dan INTP Rp125.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah menguat 62 poin (0,44%) ke level Rp14.085.

2 dari 5 halaman

Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Dream - Indeks saham syariah berhasil bertahan di zona hijau meski sempat terpeleset di sesi perdagangan kedua. Sentimen laporan keuangan emiten dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi spekulatif. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 17 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,696 poin (0,37%) ke level 189,376.

ISSI memulai perdagangan dengan bergerak lemah di level 188,606 saat sesi pra-pembukaan. Laju ISSI juga masih belum perdana di sesi pembukaan saat melaju lemas di level 188,691.

Tanda-tanda aksi beli baru mulai terlihat semenit usai sesi perdagangan dimulai. ISSI yang bergerak menguat sepanjang sesi pertama sempat menyentuh level tertinggi di 189,622.

 

 

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini bergerak naik 3,745 poin (0,55%) ke level 683,246.

Sementara indeks JII70 menguat 1,090 poin (0,47%) ke level 232,478.

Sama seperti tiga indeks saham syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meski sempat berkutat di zona negatif. IHSG ditutup menguat 11,422 poin (0,18%) ke level 6.181,014.

3 dari 5 halaman

Sektor Industri Lebih `Gurih`

Investor mulai bergerak membeli saham di sektor industri yang mengaut paling tinggi di antara indeks sektoral lainnya. Indeks sektor industri aneka meroket 3,39 persen sementara industri dasar 1,22 persen.

Kenaikan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,97 persen, manufaktur 0,52 persen, dan perdagangan 0,49 persen.

Sebaliknya Indeks sektor barang konsumsi terkoreksi 0,68 persen, pertambangan 0,53 persen, dan infrastruktur 0,27 persen.

Emiten berkode BRAM memimpin top gainer saham syariah usai mengaut Rp2.675 per saham. Saham-saham pencetak untung lainnya adalah INTP yang naik Rp475, ASII Rp250, ICBP Rp250, dan CPIN Rp175.

Sebaliknya, harga UNVR terkoreksi Rp850, DUTI Rp260, ITMG Rp225, CMNP Rp195, dan ISAT Rp130.

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam melorot 8 poin (0,06%) ke level Rp14.163 pada 16.18.

4 dari 5 halaman

Perkasa di Awal Sesi, Indeks Syariah Loyo Jelang Penutupan?

Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan aksi jual jelang penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Oktober 2019. Padahal ISSI memulai awal sesi dengan laju cukup perkasa.

Tekanan jual di sesi kedua perdagangan, membuat ISSI berbalik ke zona negatif hingga sesi penutupan. 

ISSI menutup perdagangan hari ini dengan melemah tipis 0,016 poin (0,01%) ke level 188,680. Di awal pembukaan, ISSI mengawali transaksi jual beli dengan melaju positif ke level 188,883.

Tren penguatan ISSI ini hanya berlangsung 1,5 jam. Tekanan jual yang terjadi membuat ISSI perlahan-lahan melaju ke zona negatif dan menutup perdagangan sesi pertama di zona merah.

 

 

Penguatan tak lagi terjadi sesi kedua perdagangan. ISSI hanya bergerak fluktuatif di zona merah dengan penguatan tipis. 

Berbeda dengan ISSI, dua indeks bluechips syariah berhasil menahan laju pelemahan. Jakarta Islamic Index (JII), naik tipis 0,062 poin (0,01%)ke 679,501. Sementara Indeks JII70 sedikit naik lebih tinggi sebesar 0,243 poin (0,10%) ke level 231,388.

Laju dua indeks bluechips syariah ini berjalan seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat. IHSG naik 11,426 poin (0,19%) ke level 6.169,592.

5 dari 5 halaman

Rupiah Terangkat atau Tersungkur?

Dari sepuluh sektor pembentuk IHSG, ada lima yang terangkat, yaitu keuangan sebesar 0,62 persen, properti 0,57 persen, industri dasar 0,32 persen, manufaktur 0,13 persen, dan barang konsumsi 0,12 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan terkoreksi 0,68 persen, pertanian 0,46 persen, infrastruktur 0,43 persen, industri aneka 0,21 persen, dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham UNVR naik Rp850, KINO Rp280, INTP Rp275, SMGR Rp250, dan CMNP Rp200.

Sementara itu, yang menjadi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp550, ITMG Rp325, TCPI Rp225, BTPS Rp220, dan AALI Rp100.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.31, nilai tukar rupiahnya merangkak naik 14 poin (0,09%) ke level Rp14.152.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik