Harga Rumah Bersubisidi Naik Mulai Juli 2019

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 Juni 2019 18:36
Harga Rumah Bersubisidi Naik Mulai Juli 2019
Naik berapa persen?

Dream – Harga rumah subsidi direncanakan akan naik mulai Juli 2019. Penyesuaian itu dipicu oleh kenaikan harga tanah, bahan bangunan, dan upah tenaga kerja.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida membenarkan usulan kenaikan harga rumah bersubsidi tersebut.

“ Iya (naik), antara 3 sampai 6 something (persen),” kata Paulus ketika dihubungi Dream, Rabu 12 Juni 2019.

Menurut Paulus, kenaikan tersebut tak bisa dihindari seiring dengan mulai merangkaknya harga tanah dan semua bahan baku untuk membangun rumah.

Direncanakan penyesuaian harga rumah subsidi ini akan berlaku di seluruh Indonesia namun dengan persentase kenaikan bervariasi.

“ Berlaku seluruh Indonesia. Masing-masing (kenaikannya) berbeda, tergantung daerah,” kata dia.

Sekadar informasi, harga rumah bersubisidi kemungkinan akan naik menjadi Rp140 juta per unit. Dikutip dari Merdeka.com, kenaikan harga itu berawal dari usulan REI Jawa Tengah.

Ketua REI Jawa Tengah, M. R. Prijanto, mengatakan beberapa pertimbangan kenaikan tersebut di antaranya adanya kenaikan harga tanah, kenaikan harga material bahan baku bangunan, dan kenaikan upah tenaga kerja.

" Awalnya kami mengusulkan di angka Rp142 juta untuk harga satu unit rumah. Namun setelah ada beberapa pertimbangan akhirnya kami koreksi dan pemerintah memutuskan harganya Rp140 juta per unit," kata dia.(Sah)

1 dari 1 halaman

Lokasi Juga Berpengaruh?

Terkait dengan kenaikan harga tanah, Prijanto mengatakan, besarannya di Jawa Tengah tidak sama. Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh lokasi. " Ada beberapa lokasi yang naiknya sekitar 20 persen, ada juga yang sama 100 persen," kata dia.

Selanjutnya, harga material mencapai 12 persen. Beberapa material yang naik harga di antaranya besi dan semen.

" Kalau untuk upah tenaga kerja naiknya cukup signifikan, dulu Rp80.000 per delapan jam, sekarang naik menjadi sekitar Rp100 ribu—Rp120 ribu per delapan jam,” kata dia.

Sementara itu, Ketua REI Komisariat Soloraya Anthony Abadi Hendro mengatakan kenaikan harga tersebut cukup wajar mengingat ada kenaikan pada instrumen pendukungnya.

" Kalau dilihat dari sisi angsuran rumah subsidi naiknya juga tidak banyak, hanya sekitar Rp50.000-60.000 per bulan. Jadi tidak memberatkan masyarakat," kata dia.

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim