Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Disangka, Nama Google Ini Berawal Dari Salah Ketik. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, Google kini menjelma menjadi salah satu raksasa teknologi di dunia. Meski sudah banyak layanan pencarian serupa, kebanyakan para pengguna internet mengakses informasi melalui Google. Tak heran muncul istilah Mbah Google di Indonesia.
Tahukah kamu jika perusahaan search engine ini punya sejarah yang menarik di balik penamaannya. Nama brand Google ternyata lahir dari kesalahan ketik.
Dikutip dari laman Stanford, Selasa 22 Juni 2021, para pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan perusahaan search engine ini pada 1996. Semula, Google ini hendak diberi nama BackRub.
Kala itu, Larry berkantor di ruangan 360 di Gates CS Building. Dia berbagi ruangan dengan mahasiswa pascasarjana, termasuk Sean Anderson, Tamara Munzner, dan Lucas Pereira.
Kemudian, pada 1997, Larry dan teman kantornya berdiskusi tentang nama baru agar gampang diingat. Sean mengusulkan namanya diubah jadi “ googol”. Googol ini merupakan kepanjangan dari googolplex—istilah yang merujuk kepada angka yang sangat besar.
Sean pun mendaftarkan nama ini ke domain site untuk mendaftarkan domain situsnya. Siapa tahu nama “ googol” belum dipakai.
Kemudian, dia melakukan kesalahan saat mendaftarkan nama domain situs. Seharusnya ditulis googol.com, tapi yang tertulis justru google.com. Nama ini tersedia di database domain.
Apakah Larry marah? Oh, tidak. Dia justru menyukai nama Google. Pendaftaran domain situs pun dilakukan tak berselang lama setelah pencarian nama situs. Kemudian, pada tanggal 15 September 1997, Google.com lahir.
Dream – Google tak mau ketinggalan membantu pemulihan ekonomi nasional. Perusahaan ini siap menggelontorkan dana US$10 juta (Rp141,38 miliar) untuk membantu UKM di Indonesia.
Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 19 November 2020, dana ini diinvestasikan oleh Google kepada Kiva dan para penyedia layanan keuangan lain untuk diberikan dalam bentuk pinjaman modal kepada UKM.
“ Saya berharap berbagai inisiatif seperti Google for Indonesia 2020 akan terus bermunculan untuk berkontribusi bagi pengembangan SDM di bidang IT Indonesia, membantu UMKM mengembangkan bisnis dan mampu naik kelas, bangkit dan maju bersama untuk Indonesia maju," kata Presiden Joko Widodo.
![]()
Director of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan, dana US$10 juta bertujuan untuk membantu pemilik UKM supaya lebih siap dalam menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19. Melalui kemitraan dengan Kiva, Google memberikan modal kepada para penyedia layanan keuangan untuk menyediakan pinjaman kepada UKM yang paling terdampak pandemi di berbagai komunitas yang kurang terlayani di Indonesia.
“ Bagi para pemilik bisnis, masalah utama saat ini adalah akses ke modal. Bantuan finansial dapat memberikan mereka ruang membuat strategi baru dan meningkatkan kemampuan mereka,” kata Veronica. Dia menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada usaha yang paling terdampak selama pandemi Covid-19.
Government Affairs and Public Policy Manager Google Indonesia, Danny Ardianto, mengatakan, pihaknya tidak membatasi sektor yang bisa mendapatkan pinjaman modal tersebut. Semakin luas, maka akan semakin baik.
“ Tujuan kami adalah bisa menjangkau seluas-luasnya sektor,” kata Danny.
Penyaluran pinjaman ini juga diharapkan dapat bisa membantu bisnis kembali tumbuh pasca pandemi. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan Indonesia termasuk negara yang menjadi target penyaluran dana tersebut.
“ Secara umum, kami melihat Indonesia adalah salah satu negara dari sisi ekonomi yang sangat potensial, dan berpengaruh pada digital juga. Kami membantu agar UKM dapat tumbuh lagi pasca pandemi. Jadi kami melihat Indonesia sebagai negara yang perlu didukung,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Andina Librianty)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya