Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - BNI menyebutkan kebanyakan nasabah kaya di banknya menyukai investasi di obligasi syariah atau sukuk ritel. Hal ini disampaikan Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Darmadi, saat ini nasabah kaya di BNI sebanyak 20 ribu nasabah dengan jumlah tabungan di atas Rp 1 miliar. Total dana nasabah kaya yang dikelola sekitar Rp 45 triliun, sementara Rp 4-5 triliun merupakan investasi mereka.
" Kebanyakan investasi mereka itu di sukuk ritel, ORI, reksadana yang kerjasama dengan 8 fund manager dengan 30-an produk. Sisanya Dana Pihak Ketiga Rp 40 triliun," paparnya.
Darmadi mengakui kesulitan menjaring nasabah kaya ini karena adanya perang bunga dengan bank lain yang menawarkan bunga lebih tinggi. Namun, pihaknya optimis bisa menaikkan jumlah nasabah kaya hingga 22 ribu pada akhir tahun.
" Bunga macam-macam, yang pakai special rate 30 persen, kalau tabungan 35 persen untuk deposito. Akhir tahun, biasanya nasabah naik per tahun 3-4 ribu, jadi mudah-mudahan bisa 21-22 ribu. Special rate ini direcokin bank lain dengan bunga deposito yang tinggi," tandasnya.
Sebagai informasi, nasabah kaya BNI ini tergabung dalam layanan BNI Emerald. Layanan BNI Emerald apabila anda menjaga asset under management setara Rp1 Miliar atau lebih, yang meliputi Emerald saving, deposito, investasi, dan komponen tabungan pada asuransi.
Layanan ini memiliki akses ke 5 negara/kota utama di dunia meliputi Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, dan New York sehingga bisa melakukan berbagai transaksi seperti saat di tanah air meski harus melakukan perjalanan ke luar negeri untuk dinas atau liburan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya