Penjualan Daster dan Sarung Melonjak Selama WFH, Mengapa?

Reporter : Sugiono
Kamis, 9 Juli 2020 07:35
Penjualan Daster dan Sarung Melonjak Selama WFH, Mengapa?
"Ada pengusaha dari jualan baju fashion ke pakaian daster, ternyata lakunya bukan main," kata Teten.

Dream - Ada temuan menarik di sektor usaha mikro, kecil, dan mengengah, selama pandemi virus corona. Ternyata, penjualan daster dan sarung melonjak. Mengalahkan produk fashion yang formal.

" Ada pengusaha dari jualan baju fashion ke pakaian daster, ternyata lakunya bukan main," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 8 Juli 2020.

Menurut dia, tingginya angka penjualan daster dan sarung disebabkan lebih banyaknya kegiatan yang dilakukan masyarakat dari rumah. Sehingga, permintaan kedua produk tersebut terus melonjak karena lebih nyaman dikenakan.

" Ini karena orang sering di rumah, jadi jualan daster sama sarung sekarang lebih laku," tambah dia.

1 dari 2 halaman

Selain sarung dan daster, bisnis makanan dan minuman masih mencatatkan pertumbuhan positif. Mengingat pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus tetap terpenuhi dalam situasi apapun.

Usaha di sektor alat kesehatan dan alat olahraga juga mengalami pertumbuhan. Selama pandemi, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan memang meningkat.

Sebaliknya, tambah Teten, UMKM yang menjual aneka fashion batik cenderung turun karena terbatasnya event selama pandemi berlangsung, salah satunya acara pernikahan.

© Dream
2 dari 2 halaman

" Setiap saya ketemu pengrajin batik, mereka selalu mengeluh nggak ada yang beli. Karenakan orang itu enggak ada pesta nikahan, jadi enggak beli baju," jelasnya.

Untuk itu, Teten mendorong pelaku UMKM dalam negeri berinovasi dalam merespons perkembangan pasar yang dinamis. Sebab UMKM yang bisa bertahan saat ini ialah yang bersifat adaptif dan dinamis.

" Kita terus dorong, ke depan akan ada perubahan perilaku konsumen yang berbelanja. Hal itu menjadi penting untuk kita mempercepat adaptasi UMKM," tukasnya.

Beri Komentar