Ilustrasi Cokelat
Dream - Anda penggemar cokelat mesti bersiap-siap. Membanjirnya pesanan cokelat dari Asia serta isu lingkungan dilaporkan mengancam keberlangsungan penganan cokelat dalam lima tahun mendatang. Bukan tak mungkin, cokelat hanya akan dinikmati orang-orang kaya saja bak kaviar.
Barry Callebaut Group, salah satu raksasa industri cokelat asal Swiss, mengingatkan potensi seretnya pasokan cokelat mentah pada 2020.
Peringatan serupa sebetulnya pernah disampaikan pada 2012 ketika ketika presiden Mars Chocolate dari Inggris, Fiona Dawson mengatakan industri cokelat akan kekurangan tak kurang dari satu juta ton cokelat.
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta desakan isu lingkungan pertanian kakao di dunia.
Mengutip laporan Albawaba.com, Rabu, 19 November 2014, konsumsi kakao dunia tumbuh rata-rata 3 persen selama 2008-2012.
World Cocoa Foundation (WCF) mengungkapkan lonjakan ini dipicu bertambahnya masyarakat kelas menengah di China, India, dan Brasil.
WCF melaporkan, laju permintaan ini setara dengan produksi kakau yang rata-rata tumbuh 3,1 persen setiap tahun. Sayangnya, di kala permintaan terus tumbuh, produksi kakao justru semakin melambat.
Callebaut menjelaskan, harga kakao naik sebesar 25 persen sepanjang 2013/2014. Dulu harga kakau dijual 1.600 pound sterling menjadi 2.000 pound sterling per ton.
Sebagian besar produksi kakao dunia berasal dari negara Afrik seperti Ghana, Nigeria, Kamerun, dan Pantai Gading yang menguasai 70 persen pasokan dunia. Munculnya epidemi ebola membuat harga kakao terus naik tinggi.
" Dalam 20 tahun lagi, cokelat akan seperti kaviar," kata Jon Mason dari Nature Conservation Research Council. " Cokelat akan semakin langka dan mahal dan orang kebanyakan takkan sanggup membelinya." (Ism)
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan