Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bankir Hadapi 3 Isu Besar Selama Masa Pandemik Covid-19 (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Pandemik Covid-19 yang mengerem roda ekonomi dunia membuat para bankir cemas. Dengan aktivitas bisnis yang melambat, perputaran uang di industri perbankan juga akan langsung ikut terpengaruh.
Kepala Ekonomi BNI, Ryan Kiryanto bahkan menyatakan kalangan industri perbankan di seluruh dunia saat ini tengah panik. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi kekhawatiran kalangan bankir.
Hadir sebagai narasumber Infobanktalknews: Peran Pemiilk dalam Mendukung Kinerja Bank, Ryan mengatakan kepanikan pertama yang dihadapi kalangan bankir adalah kualitas aset. Beruntung bagi Indonesia, kepanikan ini bisa direda dengan munculnya kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
" Ini sudah dijawab dengan optimal oleh OJK dengan mengeluarkan POJK 11/2020 tentang relaksasi, restrukturisasi terdampak Covid untuk maksimal loannya itu Rp10 miliar," ujar Ryan.
Kekhwatiran kedua yang dihadapi para bankir, tak hanya di Indonesia tapi juga dunia, adalah masalah likuiditas. Dengan situasi ekonomi dunia yang gloomy, nasabah yang seharusnya menyetor dana full tiba-tida mendapatkan diskon.
" Akibatnya likuiditas dari bank itu berpotensi terganggu karena terjadi ketidaknormalan masuknya dana dari pihak eksternal," beber dia.
Menurut Ryan, pihak eksternal yang dimaksud adalah deposan, pemilik dana, dan debitur.
Satu kekhawatiran lain yang dicemaskan para bankir adalah aspek permodalan yang akan selalu menjadi bagian dari fokus perbankan. Terganggunya roda ekonomi membuat perputaran uang juga turut terganggu. Pada akhirnya akan berdampak pada aspek modal sebuah bank.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya