Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penduduk Swiss Menyetujui Perdagangan Bebas Dengan Indonesia (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Dream - Hasil referendum di Swiss menunjukan sepaaruh dari warga salah satu negara Eropa itu menyetujui usulan untuk menjalin perdagangan bebas dengan Indonesia. Kabar baik ini membuka peluang bisnis bagi Indonesia mengingat Swiss merupakan negara dengan pendapatan per kapita terbesar di dunia
Hubungan perdagangan dengan Swiss sempat terganggu setelah adanya isu lingkungan dalam produk minyak kelapa sawit dari Indonesia.
Ini adalah pertama kalinya para pemilih Swiss secara langsung memiliki suara mereka tentang perjanjian perdagangan bebas.
Dengan hasil referendum tersebut, Swiss yakin akan meraih potensi untuk masuk ke pasar Indonesia yang merupakan terbesar keempat dunia. Mengutip laman ftrust.ch, laporan Swiss Credit Suisse Wealth Report 2019 menempatkan Swiss sebagai negara dengan kekayaan penduduk dewasa per kapita tertinggi di dunia diikuti Hong Kong dn Amerika Serikat.
Seorang penduduk dewasa Swiss dilaporkan memiliki kekayaan US$ 564.650, setara Rp8,15 miliar, atau meningkat 144 persen dibandingkan tahun 20000.
Kesepakatan itu diraih setelah 51,7 persen pemilik suara menyatakan persetujuaannya untuk mengadakan perdagangan bebas dengan Indonesia. Jumlah pemilik mencapai 51 persen dari pemegang suara yang terdiri dari warga lokal dan ekspatriat.
Mengutip data hasil referendum Swiss dikutip dari laman swissino.ch, sebanyak 51,6 pemilih menyatakan setuju untuk mengadakan perdagangan bebas dengan Indonesia. Sementara 48,4 persen menolak usul tersebut.
Laman businesstimes.com.sg melaporkan para pendukung perdagangan bebas menyatakan kepuasannya dengan hasil tersebut.
Dengan kesepakatan tersebut, nantinya pengenaan tarif terhadap produk semua ekspor terbesar Swiss ke Indonesia secara bertahap akan dihapus. Sebagai balasannya, Swiss akan menghapus bea masuk produk industri Indonesia.
Importir minyak kelapa sawit akan diminta membuktikan produk mereka memenuhi persyaratan lingkungan dan sosial yang diminta.
Perjanjian perdagangan indonesia dan Swiss ditandatangani pada 2018 dan disetujui parlemen pada 2019. Namun kalangan oposisi bergerak untuk membatalkan peranjian impor minyak kelapa sawit dan mengangkuat isu ini untuk dijadikan bahan referendum.
Selama ini minyak kelapa sawit banyak digunakan untuk produk makanan hingga kosmetik. Namun kontroversi seputar isu lingkungan membuat produk andalan Indonesia ini menghadapi banyak penolakan.
Kesepakata ini diharapkan bisa meningkatkan kerja sama dengan Indonesia yang merupakan mitra dagang terbesar ke-44 dan pangsa ekspor ke 156 terbesar di Asia bagi Swiss.
Di tahun 2020, ekspor Swiss ke INdonesia dilaporkan mencapai US$ 719,2 juta.
Swissmem, asosiasi nasional yang mewakili industri teknik, mengatakan kesepakatan itu akan " sangat memudahkan akses perusahaan Swiss ke pasar yang menjanjikan ini" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya