Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Didorong Memanfaatkan Finteh Untuk Menyalurkan Bansos. (Foto: Shutterstock)
Dream – Indonesia Fintech Society (IFSoc) mendesak pemerintah memanfaatkan layanan teknologi keuangan (Financial Technologi/Fintech) sebagai alternatif tambahan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat. Cara ini diharapkan membantu digitalisasi Bansos yang tepat sasaran, transparan, dan efisien.
“ Di Indonesia sendiri platform digital untuk bansos sudah siap, tergantung kemauan dan payung hukum yang sayangnya saat ini masih mempersempit ruang digital yang bisa dijalankan,” kata Ketua IFSoc, Mirza Adityaswara, dalam konferensi pers virtual, Selasa 9 Maret 2021.
Untuk memperlancar proses digitalisasi ini, IFSoC menyatakan ada tiga aspek yang harus menjadi perhatian pemerintah.Ketiga aspek itu adalah perbaikan regulasi, perbaikan tata kelola penyaluran melalui digitalisasi (platform), dan tantangan pengelolaan data dalam penyaluran bansos.
Penggunaan digitalisasi Bansos ini tidak untuk menggantikan penyaluran bansos melalui bank, namun bisa sebagai alternatif tambahan. Digitalisasi ini justru bisa menghilangkan inefesiensi dalam penyaluran bansos.
" Pemerintah perlu memiliki sebuah platform tersentral dan terintegrasi yang dibangun secara gotong-royong oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan fintech,” kata Anggota Steering Committee IFSoc, Hendri Saparini.
Platform Kartu Prakerja dianggap telah berhasil menghilangkan distorsi tersebut serta dapat mendorong masyarakat untuk memiliki rekening bank ataupun dompet digital hingga distribusi insentif bisa dilakukan dengan cepat bahkan di hari yang sama. Selain itu bansos digital juga dapat menghindari kerumunan disaat distribusi bantuan.
Sebelum memulai digitalisasi bansos, IFSoc menyarankan untuk membangun Pusat Informasi Data Bansos sebagai upaya membenahi data bansos dalam memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
(Laporan: Yuni Puspita Dewi)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya