Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Oksigen Konsentrator (Shutterstock.com)
Dream - Kebutuhan oksigen medis untuk penanganan pasien Covid-19 terus meningkat seiring lonjakan kasus akibat varian Delta. Mengantisipasi kelangkaan, pemerintah memutuskan mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari negara tetangga.
" Oksigen konsentrator ini mengambil dari udara langsung bisa diproses dan bisa dihirup, sekarang sudah ada kita pesan 10 ribu," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.
Luhut menjelaskan alat penyaring oksigen dari udara bebas tersebut sementara dipesan dari Singapura. Sebagian unit sudah tiba di Indonesia dandiangkut dengan pesawat Hercules.
" Ini juga kita akan ambil dari tempat lain, bila kita rasakan masih ada kekurangan," kata dia.
Oksigen konsetrator ini akan dimanfaatkan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan. Sedangkan pasien bergejala berat dan sedang akan tetap menggunakan oksigen medis.
Luhut mengakui sempat terjadi kelangkaan oksigen beberapa waktu lalu. Tetapi untuk saat ini pasokan telah tercukupi.
" Setelah 2 hari, 3 hari terakhir ini kami mobilisasi dari mana-mana, ada ambil dari Morowali 21 isoten dan sudah sampai kemarin di Jakarta dan hari ini sudah didistribusikan," kata dia.
Lebih lanjut, Pemerintah untuk saat ini mengalokasikan 100 persen produksi oksigen untuk sektor kesehatan dalam waktu dua pekan ke depan. Pasokan oksigen didatangkan dari berbagai produsen di Indonesia.
" Kemudian kita buka tadi oksigen yang ada di Cilegon, kemudian oksigen yang ada di Batam," terang Luhut.
Dream - Kebutuhan Oksigen meningkat di sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta seiring bertambahnya penderita Covid-19. Untuk mengantisipasi kebutuhan yang meningkat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan Posko Darurat Oksigen.
Posko yang berlokasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat ini siap membantu sejumlah rumah sakit dalam penyediaan oksigen bagi pasien.
" Di sini, di Monas disiapkan posko oksigen sehingga rumah sakit-rumah sakti itu yang membutuhkan dan ada kebutuhan ekstra bisa ke sini," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Anies mengatakan posko ini akan beroperasi dalam beberapa waktu. Dia berharap posko tersebut dapat memenuhi kebutuhan oksigen rumah sakit yang sedang melonjak.
Selanjutnya, Anies mengatakan pihaknya mengalokasikan 100 persen produksi oksigen untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Dia telah mengkoordinasikan hal ini dengan Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
" Tadi itu bahan yang dibahas Pak Menko untuk penambahan pasokan, jadi dari oksigen yang biasa dipakai untuk industri sekarang 100 persen untuk medis," kata dia.
Untuk pengisian, kata Anies, setiap rumah sakit dapat mengantarkan tabung kosongnya ke posko. Petugas akan mengisi tabung tersebut dan bisa diambil kembali pihak RS.
" Tidak ada oksigen di sini, jadi rumah sakit bawa tabung kemudian akan kita kirim untuk diisi nanti rumah sakit yang ambil di sini supaya rumah sakit tidak perlu pergi ke tempat yang jauh," kata Anies.
Suplai oksigen, kata Anies, diambilkan dari Krakatau Steel di Cilegon, Banten.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya