Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Susi Pudjiastuti (Liputan6.com)
Dream - Susi Pudjiastuti mengatakan pandemi Covid-19 benar-benar menghempaskan bisnis penerbangan yang dia geluti. Sudah dua bulan belakangan armada Susi Air tidak mengudara, sehingga tak punya pemasukan.
" Susi Air dua bulan nol penerbangannya, tidak ada sama sekali (pemasukan)," ungkap Susi dalam Talk Show Info Corona bertajuk 'Pelaku Ekonomi Tundukan Pandemi' di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat 12 Juni 2020.
Mantan Menteri Kelauatan dan Perikanan itu merasa pandemi virus corona menjadi krisis terbesar yang dihadapi selama Susi Air beroperasi. Susi Air pun terpaksa menutup beberapa kantor dan merumahkan karyawan.
Meski tidak beroperasi, Susi mengatakan maskapainya tetap harus membayar sejumlah keperluan. Misalnya mengurus TP BPKB dan STNK pesawat, surat izin terbang pilot dan sebagainya.
Pada Jumat ini Susi bahkan harus mengeluarkan uang Rp8 juta untuk mengurus security clearance untuk 24 pegawainya yang dibayarkan tiap tiga bulan. Padahal tidak ada aktivitas penerbangan selama dua bulan terakhir.
" Hal semacam ini terus ada, beban terus ada. Tapi penerbangan tidak ada sama sekali," kata Susi.

Susi pun mengaku dilema. Jika berbagai kewajiban ini tidak dijalankan, dia khawatir juga sudah diperbolehkan terbang, kelengkapan penerbangan tidak ada.
" Kan kalau mau terbang kan kita harus sudah siap," kata Susi mengakhiri.
Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4277543/curhat-susi-maskapainya-tak-terbang-2-bulan-hingga-rumahkan-karyawan


Dream – Pandemi Covid-19 sepanjang tiga bulan di Indonesia telah memukul para pelaku usaha di sektor penerbangan. Banyak maskapai merugi akibat menutup operasionalnya demi menghindari kemungkinan penyebaran virus di dalam negeri.
Tak hanya perusahaan maskapai besar yang mengalami masalah tersebut. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang juga memiliki bisnis trasnportasi udara ini turut merasakan imbasnya.
Dikutip dari akun Twitter @susipudjiastuti, Kamis 4 Juni 2020, mantan menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melontarkan pengakuan ini ketika mencuit ulang berita pemecatan ratusan pilot Garuda Indonesia.
Susi menyebut maskapai perintisnya, Susi Air, juga mengalami persoalan anjloknya jam penerbangan seperti dialami perusahaan pelat merah itu. Dikatakan hampir semua jadwal penerbangan Susi Air mandek gara-gara Covid-19.
“ Susi Air hampir 99 persen penerbangannya terhenti. Semua terkena dampak,” cuit Susi.
Susi mengaku harus menempuh keputusan sulit untuk tetap mempertahankan bisnis maskapainya tetap bertahan di tengah pandemik Covid-19. Langkah itu adalah merumahkan dan memecat sebagian karyawannya.
Dikatakan Susi sebagian pilot terpaksa dipecat akibat krisis yang dihadapi maskapainya.
“ Kami pun sama harus merumahkan dan mem-PHK karyawan karena situasi memang tidak memungkinkan,” kata dia.
“ Sebagian (pilot), iya,” kata Susi.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya