Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Diculik Dan Diadopsi Keluarga Miliarder Saat Kecil, Pria Ini Pilih Kembali Ke Orangtua Kandung
Dream – Seorang pria membagikan kisah hidupnya yang membuktikan bahwa kekayaan tidak bisa memberikan kebahagiaan.
Pria bernama Mei Zhiqiang asal China itu mengaku pernah diculik kemudian diadopsi keluarga miliarder saat ia kecil. Sejak saat itu ia tinggal bersama orangtua kayanya.
Namun, setelah puluhan tahun hidup bersama, Mei memilih kembali ke orangtua kandungnya. Mei mengatakan jika kemewahan yang ia rasakan tidak bisa memberi kebahagiaan.
”Uang tidak bisa membeli kebahagiaan,” ungkapnya, dilansir dari Asiaone.
Dalam sebuah wawancara, Mei menceritakan awal mula bisa tinggal bersama keluarga angkatnya.
Kejadian bermula pada tahun 1997 saat Mei yang masih berusia dua tahun diculik ketika sedang bermain di luar rumahnya, di provinsi Yunnan, China bagian barat daya.
Mengetahui anak kesayangan mereka menghilang, orangtua Mei sangat panik. Berbagai usaha telah dilakukan namun sang anak tak kunjung dilakukan.
Hingga 20 tahun berlalu, pencarian keduanya berakhir bahagia saat seorang teman bernama Du Xiaohua, juga mencari anaknya yang hilang.

Kemudian temannya itu membantu kedua orangtua Mei mencocokkan DNA dengan seorang pemuda yang saat itu masih tinggal bersama orangtua angkatnya di Provinsi Fujian, Tenggara Cina.
Sebelum diadopsi oleh keluarga miliarder, Mei mengaku sempat ditinggalkan karena dianggap terlalu kurus dan kecil oleh sebuah keluarga yang membelinya dari sang penculik.
Kendati demikian, Mei di keluarga angkatnya tumbuh bersama seorang adik laki-laki dan dua kakak perempuan. Selama itu pula Mei merasa dirinya bukan anak kandung dari keluarga tersebut.
Mei juga tidak menempuh pendidikan universitas karena memutuskan langsung bekerja setelah lulus sekolah menengah di rumah sakit milik orangtua angkatnya.
Meski hilang selama 25 tahun, orangtua Mei tetap membeli sebuah rumah karena yakin putranya akan kembali suatu hari nanti.
Meski terpisah selama dua dekade, Mei mengaku tidak sama sekali merasa asing dengan keluarga kandungnya.
“ idak peduli seberapa kaya mereka, cinta mereka berbeda dari kita, cinta orang tua kandung,” pungkas Mei
Sumber: Asiaone
Laporan: Cika Puspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya