Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Dikira Rumah, Pria Ini Jual Tembok Seharga Rp758 Juta

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 4 Agustus 2023 16:46
Dikira Rumah, Pria Ini Jual Tembok Seharga Rp758 Juta
Pemilik tembok mengatakan properti yang dijualnya bukanlah sebuah lelucon.

Dream - Properti di Amerika Serikat (AS) terkenal dengan nilainya yang mahal. Harga properti di Georgetown, Washington, misalnya, mempunyai harga rata-rata sebesar US$1,6 juta atau sekitar Rp24 miliar.

Seorang makelar di Keller Williams Capital Properties, Allan Berger, bahkan menawarkan properti hanya tembok, bukan rumah, seharga US$50.000 atau senilai Rp758 juta.

Awalnya orang-orang mengira properti yang dijualnya adalah sebuah rumah, seperti gambar yang dia unggah dengan penampakan rumah petak di ujung jalan. Namun Allan mengatakan bahwa tembok yang dijualnya bukanlah sebuah lelucon.

“ Miliki sebagian dari Georgetown,” bunyi daftar yang menarik itu. “ Tembok ini terletak di 30 dan M NW. Peluangnya tidak terbatas,” katanya.

1 dari 3 halaman

tembok

Allan memutuskan untuk menjual tembok tersebut setelah berselisih dengan pemilik rumah yang ditempeli temboknya, karena air bocor ke rumahnya.

Seorang insinyur memberi tahu bahwa kurangnya perawatan pada dinding alias tembok milik Allan yang menyebabkan balok dinding menjadi basah.

Pemilik rumah pun meminta Allan untuk memperbaikinya, namun gagal meyakinkan Allan dan kemudian melibatkan Departemen Bangunan D.C.  Sehingga Allan didenda sebesar US$1.661 karena perawatan yang tidak tepat, termasuk pengelupasan cat, dinding menjadi berlubang dan bahannya membusuk.

“ Saya tidak bisa membiarkan rumah runtuh. Saya tidak bisa membiarkan tembok yang berbahaya dibiarkan begitu saja, ”jelas Daniela Walls, pemilik rumah. “ Semua orang bekerja untuk menyelesaikan ini, bukan karena mereka memiliki dendam terhadap Allan. Itu karena mereka ingin memecahkan masalah.”

2 dari 3 halaman

Daniela sebenarnya menawarkan untuk membeli bagian tembok itu dari Allan dengan nilai pajak sebesar US$600, tetapi Allan menginginkan lebih dari itu, sehingga dia pergi ke makelar untuk mendaftarkannya seharga US$50.000 sebagai gantinya.

Satu-satunya cara untuk mengatasi situasi, Allan mencari pembeli lain, tetapi karena harganya yang sangat tinggi, tampaknya tembok tersebut sulit untuk terjual.

Agen real estat mengatakan kepada Washington Post bahwa sekitar 12 orang menyatakan minat pada tembok Allan Berger, tetapi setelah diberi tahu bahwa mereka perlu mendapatkan persetujuan dari Dewan Georgetown untuk iklan atau mural, mereka semua memutuskan tidak membelinya.

 

3 dari 3 halaman

tembok

Adapun bagaimana Allan Berger akhirnya memiliki tembok yang menempel di rumah seseorang itu, ternyata warisan dari ayahnya. Sang ayah membelinya beberapa dekade lalu, hanya agar dia bisa berkata, " Ah bagus, saya memiliki properti di Georgetown" .

Ketika ayahnya meninggal, Allan mewarisi properti aneh itu, dan dia menyimpannya sebagai kenangan akan orang tuanya.

Ditambah Allan merasa 'keren' untuk mengajak seorang gadis berkencan, menunjukkan dindingnya, dan dengan santai menyatakan bahwa dia memilikinya.

Sumber: Odditycentral

Beri Komentar