Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Oddity Central
Dream - Properti di Amerika Serikat (AS) terkenal dengan nilainya yang mahal. Harga properti di Georgetown, Washington, misalnya, mempunyai harga rata-rata sebesar US$1,6 juta atau sekitar Rp24 miliar.
Seorang makelar di Keller Williams Capital Properties, Allan Berger, bahkan menawarkan properti hanya tembok, bukan rumah, seharga US$50.000 atau senilai Rp758 juta.
Awalnya orang-orang mengira properti yang dijualnya adalah sebuah rumah, seperti gambar yang dia unggah dengan penampakan rumah petak di ujung jalan. Namun Allan mengatakan bahwa tembok yang dijualnya bukanlah sebuah lelucon.
“ Miliki sebagian dari Georgetown,” bunyi daftar yang menarik itu. “ Tembok ini terletak di 30 dan M NW. Peluangnya tidak terbatas,” katanya.

Allan memutuskan untuk menjual tembok tersebut setelah berselisih dengan pemilik rumah yang ditempeli temboknya, karena air bocor ke rumahnya.
Seorang insinyur memberi tahu bahwa kurangnya perawatan pada dinding alias tembok milik Allan yang menyebabkan balok dinding menjadi basah.
Pemilik rumah pun meminta Allan untuk memperbaikinya, namun gagal meyakinkan Allan dan kemudian melibatkan Departemen Bangunan D.C. Sehingga Allan didenda sebesar US$1.661 karena perawatan yang tidak tepat, termasuk pengelupasan cat, dinding menjadi berlubang dan bahannya membusuk.
“ Saya tidak bisa membiarkan rumah runtuh. Saya tidak bisa membiarkan tembok yang berbahaya dibiarkan begitu saja, ”jelas Daniela Walls, pemilik rumah. “ Semua orang bekerja untuk menyelesaikan ini, bukan karena mereka memiliki dendam terhadap Allan. Itu karena mereka ingin memecahkan masalah.”
Daniela sebenarnya menawarkan untuk membeli bagian tembok itu dari Allan dengan nilai pajak sebesar US$600, tetapi Allan menginginkan lebih dari itu, sehingga dia pergi ke makelar untuk mendaftarkannya seharga US$50.000 sebagai gantinya.
Satu-satunya cara untuk mengatasi situasi, Allan mencari pembeli lain, tetapi karena harganya yang sangat tinggi, tampaknya tembok tersebut sulit untuk terjual.
Agen real estat mengatakan kepada Washington Post bahwa sekitar 12 orang menyatakan minat pada tembok Allan Berger, tetapi setelah diberi tahu bahwa mereka perlu mendapatkan persetujuan dari Dewan Georgetown untuk iklan atau mural, mereka semua memutuskan tidak membelinya.

Adapun bagaimana Allan Berger akhirnya memiliki tembok yang menempel di rumah seseorang itu, ternyata warisan dari ayahnya. Sang ayah membelinya beberapa dekade lalu, hanya agar dia bisa berkata, " Ah bagus, saya memiliki properti di Georgetown" .
Ketika ayahnya meninggal, Allan mewarisi properti aneh itu, dan dia menyimpannya sebagai kenangan akan orang tuanya.
Ditambah Allan merasa 'keren' untuk mengajak seorang gadis berkencan, menunjukkan dindingnya, dan dengan santai menyatakan bahwa dia memilikinya.
Sumber: Odditycentral
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya