6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Belakangan masyarakat Indonesia memborong susu steril merk Bear Brand. Banyak orang percaya susu beruang bisa meningkatkan imunitas agar terhindar dari Covid-19.
Dalam salah satu video yang dibagian seorang netizen di Twitter, pelanggan di sebuah toko perbelanjaan sampai berlarian dan memperebutkan satu krat susu kaleng tersebut ke keranjang belanja mereka.
Terpantau sedang rebutan susu 😨
(Source: terlampir) pic.twitter.com/zU9efahD52— Eza Hazami | HR Content Creator (@ezash)July 3, 2021
Akibat panic buying itu, stok susu kalengan itu menipis. Sudah seperti hukum ekonomi saat pasokan langka dan permintaan naik, harga susu tersebut di sejumlah daerah melambung.
Selain itu, masyarakat tanah air juga mencari obat Ivermectin yang disebut-sebut bermanfaat untuk penderita Covid-19.
Menanggapi hal itu, Dokter asal University of Maryland, Amerika Serikat, Faheem Younus, mengatakan bahwa susu beruang ataupun obat bernama Ivermectin tak memiliki peran dalam mengobati Covid-19.
" My Indonesian Friends, Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID," cuitnya, Minggu 4 Juli 2021.
My Indonesian Friends
This milk, or vitamins or ivermectin has no role in COVID treatment.
Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID. pic.twitter.com/EslkP9eJJx— Faheem Younus, MD (@FaheemYounus)July 4, 2021
Dream - Ivermectin dinyatakan tidak bisa dipakai untuk pencegahan Covid-19. Obat ini baru bisa diberikan pada pasien Covid-19 jika terdapat indikasi keparahan.
" Sekali lagi untuk pengobatan Covid-19 saja direkomendasikan adalah untuk yang adanya indikasi keparahan, dan juga untuk pencegahan ini sangat tidak direkomendasikan karena sehubungan dengan adanya efek samping," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Bidang Farmasi, Keri Lestari.
Hingga saat ini, tegas Keri, keamanan penggunaan Ivermectin masih perlu ditelaah. Selain itu, obat ini tidak bisa digunakan sembarangan dan harus dengan resep dokter mengingat tergolong obar keras.
Tak hanya itu, dia juga menjelaskan Ivermectin awalnya adalah obat cacing. Penggunaannya pun hanya bisa sekali dalam satu tahun.
" Sehingga kalau itu digunakan sebagai pencegahan dalam penggunaan rutin jangka panjang, itu memerlukan satu perhatian khusus dan memerlukan pembuktian lebih jauh," kata dia.
Keri juga mengatakan Ivermectin sendiri belum mendapatkan rekomendasi WHO untuk digunakan dalam pengobatan Covid-19. Meski dia mengakui obat ini tercantum dalam petunjuk penanganan Covid-19.
" Tapi di dalamnya tercatat adalah untuk uji klinik," kata dia.
Karena itu, terang Kati, penggunaan Ivermectin sebatas uji klinik. Langkah tersebut sebagai dasar penggunaan dalam penanganan Covid-19.
" Nanti sudah mempunyai evidence based akan keamanan dan khasiat penggunaannya," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Melonjaknya kasus Covid-19 pada pertengahan Juni 2021 hingga kini membuat banyak orang panik. Jika pada 2020, banyak orang panik, lalu membeli dan menyetok masker serta sanitizer dan disinfektan berlebihan kini panic buying juga terjadi.
Di media sosial, viral video pembeli berebut susu steril kalengan saat kasus Covid-19 kembali tinggi di bulan Juni. Pembeli tampak saling sikut demi mendapatkan susu tersebut dalam jumlah banyak dan memasukkannya di troli mereka.
Harga susu itu di e-commerce juga meningkat tajam. Rupanya banyak orang beranggapan kalau susu kalengan itu berdampak signifikan pada imunitas tubuh yang mampu melindungi dari penularan Covid-19. Benarkah demikian?
Dokter Tan Shot Yen, seorang ahli gizi. Lewat akun Instagramnya memberikan penjelasan kalau tak perlu panic buying membeli susu kalengan. Apalagi sampai memborong dan menyetok berlebihan.
" Apakah suplemen, vitamin, susu ngehits membuat saya imun terhadap infeksi Covid-19? TIDAK. Studi terbaru menunjukkan tidak ada hubungan antara jumlah vitamin (termasuk D dan C) dengan risiko terinfeksi. Susu? lebih menggelikan. Kecuali ASI, ibu yang terinfeksi atau telah vaksinasi terbukti menghasilkan antibodi dalam ASI. Bonus proteksi untuk bayinya," tulis dr Tan.
Ia juga menyertakan sumber studi soal susu, antara lain dari Harvard, Unicef dan MayoClini. Dokter yang giat memberikan edukasi soal gizi kepada masyarakat ini kembali mengingatkan untuk menjaga kewarasan.
" Semoga menjadi panduan kewarasan. Ingat, kita masih butuh dana banyak ke depan. Jaga keluarga jaga diri anda," tulisnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?