Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Shutterstock)
Dream - Kalau mengulik sejarah naik haji di Tanah Air, ada banyak fakta tak terduga yang bisa diketahui. Sekalipun Islam tidak lahir sejak awal berdirinya Bangsa Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sudah mengenal ibadah haji sejak dekade awal penyebaran Islam di Tanah Jawa, maupun Sumatera. Bisa dibayangkan pada masa tersebut, pesawat terbang baru ditemukan di Eropa, sehingga belum ada penerbangan komersil lintas negara, termasuk dari Indonesia ke Arab Saudi. Lalu, bagaimana cara Muslim dari Indonesia yang ingin naik haji ke Tanah Suci, Mekkah dan Madinah?
Itulah sisi menariknya. Sejarah mencatat, Muslim dari Indonesia melakukan pergi haji dengan naik kapal laut menuju Arab Saudi. Hal itu pun dilakukan selama berbulan-bulan lamanya. Hingga memasuki tahun 1825, pemerintah Kolonial Belanda mulai mengeluarkan aturan untuk membayar sejumlah uang tertentu untuk izin berangkat haji.
Memasuki tahun 1831, jamaah yang tak membayar uang perjalanan akan dikenakan denda dua kali lipat saat kembali ke Tanah Air. Bahkan, pada tahun 1947 ibadah haji pernah dihentikan terkait situasi genting di Indonesia. Namun, hal tersebut tak sampai menyurutkan niat Muslim di Indonesia untuk gigih merealisasikan mimpinya pergi ke Tanah Suci.
Mendekati tahun 1970-an, perjalanan haji akhirnya mulai didominasi oleh transportasi udara. Sekalipun biaya haji jadi semakin mahal, tetapi hal tersebut mampu memangkas lamanya waktu menuju Tanah Suci. Dengan transportasi udara, jumlah orang yang naik haji pun terus mengalami peningkatan hingga sekarang.
Di masa kini, perjalanan haji pun kian dimanjakan dengan beragam fasilitas yang memadai, juga transportasi yang kian nyaman. Tinggal sekarang membulatkan tekad, untuk segera naik haji. Salah satu langkah pasti yang bisa ditempuh adalah mulai membuka tabungan haji, seperti Kartu Debit Haji dan Umrah dari CIMB Niaga Syariah yang memiliki banyak keuntungan.
Keuntungan pertama yang didapatkan adalah bisa bebas tarik tunai di jaringan ATM Al Rajhi Arab Saudi, hingga jaringan ATM CIMB Group, Mastercard & MEPS, juga ATM Bersama/Prima di seluruh dunia. Kemudian, kartu debit tersebut juga memiliki nilai tukar terbaik. Dengan adanya diskon yang ditawarkan, nasabah bisa merasakan belanja hemat sepanjang tahun. Dari segi keamanan, kartu debit ini juga telah dilengkapi teknologi chip dan PIN, termasuk fitur 3D Secure Online Shopping yang membuat belanja jadi lebih nyaman.
Sebagai penutup, kamu bisa mengirimkan pertanyaan-pertanyaan seputar tabungan haji dan umrah #ForwardSpiritualJourney di sini. Jika beruntung, tabungan tabungan iB Pahala Haji senilai Rp25 juta atau satu nomor porsi haji dapat kamu terima.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya