Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Money Fighter
Dream - Sukses tidak pernah datang tiba-tiba. Ada proses jatuh-bangun yang harus dilewati agar diri tertempa menjadi pengusaha tangguh. Inilah yang terjadi pada pria bernama Dede Mulyana Saputra.
Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Money Fighter pada 31 Desember 2021, Dede menceritakan perjalanan kariernya. Ia pernah terjerat utang besar sampai gajinya tak cukup untuk menutupi.
"Waktu saya hijrah dari pekerjaan itu, saya mempunyai utang yang cukup besar. Gaji saya itu tidak bisa menutupi utang saya setiap bulannya. Terjerat riba dulu," ungkap Dede.
Setelah itu, pria ini juga sempat berjualan gerobak dengan rintangan yang luar biasa. Dia berdagang risol.
"Waktu itu saya jualan risol sampai luar biasa, nahan gerobak hujan besar karena kan di pinggir trotoar. Trotoarnya tuh batu koral, yang di mana kalau hujan tuh kaya air deras," kenangnya.
"Hujan-hujanan tahan gerobak sambil saya nunduk kepala, nangis gitu," sambungnya.
Hingga akhirnya dia menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan mendapat motivasi dari sahabat.
"Kita bisa bangkit karena Allah SWT. Yang paling penting jangan jauh-jauh dari pada Allah SWT, teman-teman, sahabat-sahabat baik yang terus memotivasi. Jangan jauh dari kajian juga," ujarnya.
Menurut Dede, motivasi terbaik itu adalah teman-teman yang mengingatkannya untuk lebih dekat pada Allah SWT.
"Karena saya waktu itu gabung di perdagangan hijrah Sukabumi, banyak kegiatan-kegiatan sosial yang di mana kita sering support-support kajian dengan kopi. Terbesit lah waktu ada Sono Coffee itu saya ingin punya brand kopi sendiri, warung kopi sendiri. Dan diniatnya untuk dakwah," jelasnya.
Saat membuka bisnis kedai kopinya, Dede mengaku hanya memiliki modal Rp3 juta saja. "Dengan modal Rp3 juta ini, Alhamdulillah sekarang mungkin sudah ratusan juta aset di sini sekarang," jelas Dede.
Dengan modal keyakinan, Dede pun kemudian berniat merealisasikan keinginannya untuk memiliki kedai kopi sendiri. Dengan modal awal sebesar Rp3 juta itu, Dede pun memberanikan diri menyewa sebuah lahan kosong bekas kebun.
"Dulu di sini (kebun) dipakai (dikontrak) sama kakak. Bahkan sama pihak yang punya itu dulu kita diketawain pas mau buka (kedai) kopi di sini. Bahkan dia ngasih harga pun bingung katanya kasihan karena di sini (sepi)," kata Dede.
"Waktu awal buka itu angan-angan saya engga besar. Yang penting itu ada tempat buat ngajak temen ngumpul, ngopi, ngobrol tentang dakwah dan sosial itu aja. Tapi pas buka luar biasa kita sampai kewalahan," ungkapnya.
Dede kini memiliki tiga cabang kedai kopi yang berlokasi di Sukabumi. Untuk membuka tiga cabang kedai kopi tersebut, Dede hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan.
"Dari pertama kita saung satu di sini tuh. Alhamdulillah progress per bulannya tak disangka, saya juga enggak bakalan seperti ini sama kopi itu. Alhamdulillah. Berarti per 3 bulan, kita buka cabang," ujarnya.
Kini, dia menjadi pengusaha kuliner sukses yang mampu raup omzet Rp285 juta per bulan dari satu cabangnya saja.
"Alhamdulillah sejauh ini walaupun orientasi kita tidak di situ. Sampai terakhir kita omzet di Rp285 juta (per bulan) untuk satu cabang ini saja," tutupnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen