Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Aplikasi Video Konferensi Zoom Meeting.
Dream - Sejak setahun yang lalu, masyarakat menggunakan aplikasi konferensi video Zoom untuk melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja atau sekolah.
Namun CEO perusahaan Better.com, Vishal Garg, memakai aplikasi tersebut secara berbeda. Dia menggunakannya untuk memecat 900 karyawannya.
Melalui fitur konferensi video satu arah yang ada pada Zoom, Garg memecat para karyawan dengan nada yang cukup santai.
" Jika kalian menerima panggilan ini, kalian adalah bagian dari kelompok tidak beruntung untuk dipecat. Kalian diberhentikan," kata Vishal Garg.
Dalam video konferensi tersebut, Garg menyebut alasan dia melakukan pemecatan, yakni efisiensi, kinerja dan produktivitas.
Aksi Better.com dan Garg yang memecat karyawan di waktu tidak tepat dengan cara yang tidak manusiawi itu menuai hujatan dari publik.
Bahkan, beberapa hari setelah pemecatan kontroversial itu, sejumlah eksekutif perusahaan hipotek online itu akhirnya mengundurkan diri.
Tiga dari eksekutif komunikasi puncak Better.com, yakni Tanya Gillogley, Melanie Hahn, dan Patrick Lenihan, semuanya memilih resign dari perusahaan.
Menurut LinkedIn, Hahn memulai bekerja di Better.com pada 2018. Sementara Gillogley bergabung pada Januari 2019, dan Lenihan mulai November 2020.
Christian Chapman, salah satu mantan karyawan Better.com yang ikut dipecat melalui Zoom, mengungkapkan kisah pemecatan tersebut.
Chapman awalnya tidak tahu kalau panggilan di Zoom tersebut merupakan hari terakhir dia bekerja di perusahaan tersebut.
Pria yang menjabat sebagai penjamin emisi di Better.com itu menyebut pemecatan tersebut sebagai tolol dan tidak adil.
Sementara itu, dalam sebuah surat untuk Better.com bertanggal 7 Desember 2021, Garg meminta maaf atas cara dia melakukan pemecatan yang dianggap membuat situasi makin memburuk.
" Saya gagal menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang sesuai untuk individu yang terdampak dan atas kontribusi mereka untuk Better.
" Saya memutuskan untuk melakukan PHK, tetapi dalam mengkomunikasikannya, saya melakukan kesalahan saat eksekusinya. Dengan melakukan itu, saya mempermalukan perusahaan," bunyi surat tersebut.
Garg sebelumnya mengaku terpaksa melakukan pemecatan karena efisiensi, kinerja dan produktivitas, namun Fortune membeberkan alasan yang berbeda.
Menurut laporan Fortune, Garg menuding karyawan yang dipecat itu 'mencuri' dari kolega mereka dan konsumen dengan cara tidak produktif dan hanya bekerja selama dua jam per hari.
Sumber: CNN
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam