Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Mandiri Selektif Menyalurkan Pembiayaan. (Foto: Bank Mandiri Syariah)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membidik pertumbuhan bisnis pembiayaan sekitar 11,2 persen pada tahun ini. Direktur Utama Mandiri Syariah, Tony E. B. Subari menegaskan sumber pertumbuhan bakal berasal dari pembiayaan ritel dan wholesale.
" Pertumbuhan Insya Allah, 15-16 persen di ritel dan wholesale 9-10 persen," kata Tony di Jakarta, Senin, 9 Maret 2019.
Untuk mencapai target itu, kata Tony, Mandiri Syariah akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Perusahaan menetapkan akan ada lima sektor pembiayaan yang menjadi fokus Mandiri Syariah diantaranya infrastruktur dan kesehatan.
“ Tak semua sektor kami pilih,” kata dia.
Sekadar informasi, pembiayaan Mandiri Syariah tumbuh 11,63 persen dari Rp60,69 triliun pada 2017 menjadi Rp67,75 triliun pada 2018. Rinciannya, pembiayaan ritel Mandiri Syariah tumbuh 15,49 persen dari Rp34,59 triliun pada 2017 menjadi Rp39,95 triliun pada 2018.
Sementara, pembiayaan wholesale tumbuh 6,5 persen year on year (yoy) dari Rp26,1 triliun menjadi Rp27,79 triliun.
“ Ini sesuai dengan strategi yang dicanangkan oleh manajemen. Dipilih hati-hati sekali,” kata Direktur Wholesale Banking Mandiri Syariah, Kusman Yandi.(Sah)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan laba bersih sebesar Rp605 miliar pada 2018. Laba bersih ini meningkat sebesar 65,74 persen dari 2017 yang sebesar Rp365 miliar.
" Alhamdulillah, laba bersih kami naik 65,74 persen," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Tony E. B. Subari, di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.
Tony mengatakan pertumbuhan laba bersih ini disokong oleh pertumbuhan di sektor lainnya, yaitu aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga. Pada 2018, aset Mandiri Syariah meningkat 11,83 persen dari 2017 yang sebesar Rp87,94 triliun menjadi Rp98,34 triliun serta pembiayaan meningkat 11,63 persen dari Rp60,69 triliun pada 2017 menjadi Rp67,75 triliun.
" Pertumbuhan pembiayaan ini diiringi dengan perbaikan kualitas," kata Tony.
Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini menekan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett dari 2,75 persen menjadi 1,5 persen.
Tony mengatakan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,3 persen dari Rp77,9 triliun pada 2017 menjadi Rp87,47 triliun pada 2018. Komposisi DPK ini didominasi oleh low cost fund. Dana murah tercatat sebesar Rp44,46 triliun atau tumbuh 10,16 persen.
" Porsi low cost fund itu 50,82 persen dari DPK," kata dia.
Untuk tahun 2019, Tony membidik pertumbuhan pembiayaan sebesar 11,2 persen, DPK 10-12 persen, serta laba 50-60 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya