Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Oddity Central
Dream - Steinway Tower merupakan sebuah gedung apartemen mewah 84 lantai di Manhattan dengan rasio tinggi dan lebar 24:1. Gedung ini secara resmi dinobatkan sebagai gedung pencakar langit tertipis di dunia.
Steinway Tower menjadi pencapaian arsitektur yang mengesankan. Tidak hanya itu, Steinway juga menjadi gedung tertinggi ketiga di Belahan Barat setelah One World Trade Center dan Central Park Tower. Steinway juga menjadi gedung pencakar langit paling ramping di dunia.
Meskipun berdiri setinggi 1.428 kaki atau sekitar 435 meter, Steinway Tower hanya selebar 60 kaki atau sekitar 18 meter. Karena gedung tersebut sangat tipis, hingga surat kabar The Guardian menjulukinya " pengaduk kopi" .
Meskipun Steinway Tower dibangun dari beton terkuat di dunia, secara teknis tidak kebal terhadap fenomena yang mempengaruhi hampir semua gedung pencakar langit bergoyang.
Seperti yang dijelaskan insinyur struktural Rowan Williams Davis dan Irwin kepada NY Times pada tahun 2015, menara setinggi 1.000 kaki akan bergoyang beberapa inci pada hari berangin biasa, dan menjadi dua kaki pada saat angin 100 mil per jam.
Steinway juga dikenal sebagai menara pensil. Gedung pencakar langit super kurus ini pertama kali menjadi populer di Hong Kong pada tahun 1970-an. Namun sekarang juga menjadi populer di AS.
Meski menawarkan pemandangan indah dari lingkunan perkotaan, gedung mencakar langit ini juga bisa menjadi masalah. Seperti 432 Park Avenue Tower yang telah menjadi perbincangan karena banyak keanehan dilaporkan oleh penghuninya.
Pada bulan September 2021, dewan kondominium menara menggugat pengembang lantaran gagal merancang serta membangun gedung dengan baik untuk ketinggian luar biasa hingga menyebabkan kebisingan dan getaran mengerikan serta menggangu penghuninya. Tapi tidak satu pun hal tersebut dilaporkan di Steinway Tower.
Steinway Tower mungkin menyandang gelar gedung pencakar langit tertipis di dunia, tapi harga perumahan di gedung tersebut terbilang cukup mahal. Khusus tipe apartemen studio dimulai dari US$7,75 juta atau sekitar Rp111 miliar, dan untuk penthouse harganya sekitar US$66 juta atau sekitar Rp946 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya