Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perempuan Ini Senang Menjadi Perias Jenazah. (Foto: World Of Buzz)
Dream – Menjadi makeup artist untuk jenazah bukanlah hal yang umum bagi kalangan anak muda. Namun, ini berbeda bagi wanita berusia 20 tahun, Song Jia Wen. Dia memilih untuk menjadi perias jenazah.
Dikutip dari World of Buzz, Jumat 24 April 2020, Jia menekuni pekerjaan ini sejak duduk di bangku SMA.
Dirinya juga telah bergabung di industri pemakaman dan mengabdikan dirinya untuk merias wajah orang yang sudah meninggal.
Saat usia Jia masih 15 tahun, dirinya tinggal di Johor Bahru. Ketika itu, ia sedang menonton film dokumenter tentang makeup artist asal Taiwan yang bekerja sebagai perias jenazah.
Film dokumenter tersebut memunculkan kesan tersendiri sehingga membuatnya tertarik pada profesi tersebut.
Kakak laki-laki Jia bekerja untuk industri pemakaman di bidang penjualan. Jia akhirnya masuk ke industri pemasaran pemakanan dan bekerja sebagai pegawai paruh waktu saat duduk di bangku sekolah menengah. Disinilah ia memulai karirnya sebagai perias jenazah.
Setelah lulus SMA, Jia memutuskan untuk berlatih menjadi makeup artist untuk jenazah secara profesional dan dirinya berhasil menyelesaikan pelatihannya.
" Sangatlah berarti untuk saya dapat membantu jenazah beristirahat dengan tenang dan memuaskan pihak keluarga (orang yang ditinggalkan) melalui tangan saya," kata Jia pada Sin Chew Daily.
Dia juga amat senang karena kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh atas profesi yang dipilihnya.
" Ibu awalnya tidak setuju dengan pekerjaan paruh waktu ketika masih SMA dulu. Setelah saya lulus, saya memutuskan untuk mengikuti pelatihan menjadi penata rias jenazah. Orang tua saya tidak berkomentar banyak dan berpikir bahwa pekerjaan tersebut merupakan hal yang hebat dan sakral," kata Jia.
Jia juga bercerita bahwa dirinya harus bersiaga 24/7 dan tidak bisa berlibur. Ketika ia pergi bersama teman-temannya atau berolahraga, dia harus memastikan teleponnya selalu aktif.
" Kadang-kadang saya mendapat telepon di tengah malam. Singkatnya, saya harus selalu pergi. Orang tua saya selalu khawatir tentang keamanan mengemudi di tengah malam," kata dia.
Jia saat ini berencana untuk melanjutkan studinya di Taiwan. Hal ini ia lakukan guna meningkatkan keterampilannya sebagai makeup artist jenazah. Meski beban kerja yang berat, ia merasa sangat berterima kasih.
" Ketika sebuah keluarga mengatakan 'terima kasih', semua kerja keras saya terasa tidak sia-sia," kata dia.
(Laporan: Radzkanya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya