Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi (elseedart.wordpress.com)
Dream - Seni dan fesyen muslim dengan cepat berkembang menjadi industri dalam lanskap ekonomi Islam yang beragam. Kedua sektor industri Islami ini bahkan mendominasi pangsa pasar utama di sektor gaya hidup global.
Pada tahun 2014, belanja sektor fesyen dalam bisnis syariah telah mencapai US$ 230 miliar. Nilai tersebut setara 11 persen pasar fesyen global. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) memperkirakan fesyen muslim akan tumbuh 6 persen dengan nilai mencapai US$ 327 miliar pada tahun 2020.
Mengutip laman Zawya, Rabu, 9 September 2015, laporan SGIE terbaru rencananya akan diterbitkan saat pertemuan Global Islamic Economy Summit (GIES) yang berlangsung di Dubai Oktober tahun ini.
Seni dan budaya merupakan komponen penting dari ekonomi Islam. Selama ini seni Islam selalu menjadi andalan museum di seluruh dunia. Namun inisiatif di wilayah Teluk, terutama di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), telah mengangkat seni dan budaya Islam ke level selanjutnya.
Seni dan budaya Islam kini tidak hanya dipamerkan di museum-museum, tetapi disajikan secara lebih kontemporer dan modern. Salah satunya Mathaf di Qatar dan Guggenheim dan Louvre di Abu Dhabi, serta galeri kontemporer di Dubai. Semuanya mendorong seni Islam agar bisa mainstream.
Sementara itu, fesyen muslim merupakan pasar yang tumbuh dengan cepat dan menjadi pilar yang tidak terpisahkan dari ekonomi Islam. Tidak seperti industri fesyen konvensional, yang menghadapi tekanan keuangan sebagai akibat dari resesi global, fesyen muslim terus berkembang.
Saat ini fesyen muslim dikembangkan secara modern dengan mengikuti tren mode terbaru dan terkemuka tanpa menghilangkan nilai-nilai kesopanan dan agama.
" Sosial media dan internet merupakan faktor pendorong di balik transisi fashion Islam menuju tren global. Perempuan di seluruh dunia mencari tren terbaru yang elegan dan sejalan dengan budaya Islam. Melayani mereka melalui one-stop shop yang menyediakan berbagai macam produk dengan kualitas dan pelayanan prima adalah kunci sukses dalam pasar fashion yang berkembang dengan pesat ini," kata Kerim Ture, founder dan CEO Modanisa.com, situs fashion Islam terkemuka. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
