Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tanah Air yang besar tanpa disertai produksi minyak yang memadai membuat PT Pertamina melakukan impor minyak besar-besaran ke negara produsen. Pembayaran impor minyak ini tentu membutuhkan dollar yang tidak sedikit.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyebutkan, kebutuhan Pertamina terhadap dollar Amerika Serikat merupakan yang tertinggi dibandingkan perusahaan lain di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, sekitar US$60-80 juta per hari digelontorkan perusahaan pelat merah itu.
Untuk itu, lanjut Pramono, Presiden Joko Widodo berpesan agar Pertamina mampu mengurangi penggunaan dollar AS itu.
“ Ditugaskan kepada Dirut Pertamina juga Menteri ESDM untuk mengambil langkah-langkah agar beban yang terlalu besar bagi tekanan kebutuhan dolar kepada kita semua dalam sistem ekonomi yang seperti ini, itu bisa dikurangi,” terang Pramono, seperti dikutip dalam laman situs Seskab, Rabu, 9 September 2015.
Pertamina, lanjut Pramono, juga diminta Jokowi untuk mempersiapkan pembangunan kilang dan storage untuk kepentingan jangka panjang.
" Mudah-mudahan tahun 2018 sudah bisa terselesaikan,” ungkapnya.
Kemudian, Jokowi juga meminta Pertamina agar menekan harga avtur (bahan bakar pesawat) karena harganya kini masih tinggi dibandingkan harga internasional. Tingginya harga avtur ini menyebabkan maskapai dalam negeri sulit bersaing dengan maskapai internasional.
“ Presiden menugaskan kepada Pertamina, agar ini bisa ditekan sehingga harga-harga bisa bersaing secara internasional. Kalau itu bisa dilakukan, tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan tapi juga bagi pariwisata,” pungkas Pramono. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya