Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @smindrawati)
Dream - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif fiskal untuk 33 Pemerintah Daerah (Pemda) dengan total dana Rp330 miliar. Insentif ini diberikan dalam rangka pengendalian inflasi daerah tahun anggaran 2023 periode pertama.
" Periode pertama ini, alokasi yang diberikan totalnya Rp330 miliar, dengan alokasi tertinggi Rp12,29 miliar (Kab. Banyuwangi), dan terendah Rp8,892 miliar," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman dalam Penyerahan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Pengendalian Inflasi di Daerah, Senin, 31 Juli 2023.
Pemberian insentif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 271 Tahun 2023 tentang Rincian Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan untuk Kelompok Kategori Kinerja dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah pada Tahun Anggaran 2023 Periode Pertama Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota.
Insentif fiskal ini bisa diharapkan dapat mendanai kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, mendukung pengendalian inflasi, penurunan stunting, peningkatan investasi, dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Berikut rincian masing-masing 33 Pemerintah Daerah yang mendapatkan insentif fiskal:
- Provinsi Gorontalo Rp 8.982.597.000
- Kota Gunungsitoli Rp 8.982.661.000
- Kota Serang Rp 9.003.751.000
- Kota Payakumbuh Rp 9.138.406.000
- Provinsi Kalimantan Tengah Rp 9.340.027.000
- Kab. Banyuasin Rp 9.454.033.000
- Kab. Halmahera Selatan Rp 9.480.979.000
- Kab. Indragiri Hilir Rp 9.492.022.000
- Kab. Gayo Lues Rp 9.506.496.000
- Kab. Aceh Barat Rp 9.532.909.000
- Kab. Sintang Rp 9.560.837.000
- Kab. Bungo Rp 9.565.349.000
- Kab. Aceh Selatan Rp 9.589.276.000
- Kab. Ogan Ilir Rp 9.591.545.000
- Kab. Aceh Besar Rp 9.597.631.000
- Kab. Jepara Rp 9.664.190.000
- Kab. Bengkulu Utara Rp 9.680.149.000
- Kab. Pohuwato Rp 9.891.162.000.
- Kab. Kayong Utara Rp 9.943.767.000
- Kab. Minahasa Selatan Rp 9.980.079.000
- Kab. Bekasi Rp 10.015.718.000
- Kab. Sukamara Rp 10.019.416.000
- Kab. Sleman Rp 10.021.848.000
- Kab. Halmahera Timur Rp 10.275.276.000
- Kab. Bangka Tengah Rp 10.310.410.000
- Kota Dumai Rp 10.353.065.000
- Kab. Garut Rp 10.634.802.000
- Kab. Merangin Rp 10.820.277.000
- Kota Langsa Rp 10.844.657.000
- Kab. Pangandaran Rp 11.081.589.000
- Provinsi DKI Jakarta Rp 11.677.376.000
- Kota Bitung Rp 11.677.460.000
- Kab. Banyuwangi Rp 12.290.240.000
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan yang menjadi kontributor terbesar inflasi berdasarkan kategori ada dua. Antara lain inflasi komponen bergejolak (volatile food) dan harga barang/jasa yang ditetapkan pemerintah (administered price).
Maka, untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah pusat menggerakkan pemerintah daerah (pemda) untuk turun tangan mengatasi inflasi di masing-masing wilayah. Mengingat harga pangan misalnya bisa menjadi penentu tingkat inflasi nasional.
" Kalau kita bisa mempertahankan atau menjaga stabilitas harga pangan ini akan sangat menentukan tingkat inflasi kita terkendali. Makanya, sekarang koordinasi dengan daerah-daerah dilakukan," kata Sri Mulyani dalam acara Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Jakarta, Rabu, 7 September 2022 lalu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya