Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bus (Indiatimes.com)
Dream - Sudah dua tahun lebih pandemi Covid-19 merundung Bumi. Tak hanya merenggut nyawa, virus corona juga memorak-porandakan ekonomi dunia, termasuk di India.
Saat ini, beberapa sektor ekonomi di negeri Bollywood itu mulai menggeliat. Namun, pariwisata masih terhuyung-huyung. Akibatnya, roda-roda bus pariwisata banyak yang berhenti, tak lagi beroperasi.
Sebelum pandemi, bus-bus mewah sleeper dan semi-sleeper menjadi pemandangan biasa di wilayah Kerala. Mereka biasanya penuh dengan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, pemandangan itu kini semakin langka.
Sejumlah perusahaan bus sudah tak sanggup lagi menghidupkan mesin mobil-mobil jumbo itu karena krisis. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku harus meninggalkan industri mereka untuk selamanya karena tidak memiliki sumber daya untuk memulai dari awal lagi.
Salah satunya Royson Joseph, pengusaha bus mewah dari Kochi. Pada puncak bisnisnya, Royson's Royal Travels, punya 20 armada bus mewah. Karena rugi, kini busnya tinggal 10, itupun dia harus mati-matian menghidupi perusahaan.
Kisah pedih Joseph belakangan terungkap melalui unggahan Facebook Contract Carriage Operators Association Kerala (CCOA). Joseph mengaku ingin menjual semua busnya sebagai barang bekas hanya untuk memberi makan keluarganya.
Joseph sempat berharap dunia pariwisata kembali menggeliat antara Desember hingga Januari lalu, yang tahun-tahun sebelumnya menjadi musim turis tersibuk di Kerala. Namun nyatanya tetap sepi order.
Dalam sepekan terakhir hanya tiga busnya yang beroperasi melakukan perjalanan ke Munnar, itupun hanya sekali. Kini, Joseph merasa sudah cukup berjuang menghidupi usaha busnya.
Joseph sekarang ingin menjual bus-busnya sebagai barang bekas. Bus-bus yang tersisa itu bahkan akan dijual rongsokan dengan harga 45 rupee perkilo atau Rp8.500 perkilogram.
Tekad Joseph mungkin susah dimengerti orang kebanyakan. Namun rupanya dia sudah tidak menemukan jalan keluar untuk bertahan. Ketika bus-busnya tidak beroperasi, Joseph tetap dipaksa membayar pajak, asuransi, gaji karyawan, dan perawatan. Jadilah kantong Joseph bolong.
" Saya tidak bisa menjalankan bisnis ini lagi. Saya sudah menjual sepuluh dari 20 bus saya untuk bertahan hidup. Saya siap menjual sisa bus dengan nilai bekas. Kelangsungan hidup keluarga saya tergantung pada ini. Karyawan kami juga dalam krisis," kata Joseph, dikutip dari indiatimes.com.
Joseph juga menuding polisi dan dinas kendaraan bermotor setempat terus mengganggu para operator bus dengan dalih pemeriksaan Covid-19. Dia juga mengaku operator harus membayar denda besar untuk pelanggaran kecil.
" Saya membayar pajak hampir 40.000 rupee untuk setiap bus. Saya juga membayar pajak untuk bahan bakar dan membayar 80.000 rupee sebagai asuransi. Namun, bus saya ditarik oleh petugas di tengah perjalanan tanpa alasan," katanya.
Menurut CCOA, kasus Joseph bukanlah satu-satunya. CCOA menyebut banyak anggotanya telah mengundurkan diri karena krisis keuangan. Ribuan bus juga telah ditarik dari operator yang tak bisa membayar utang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya