Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Pasar Kosmetik Halal Di India Mulai Dilirik. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelaku usaha manufaktur melirik pasar halal di India. Khususnya untuk kosmetik halal. Hal ini berdasarkan kajian badan akreditasi berbasis di Uni Emirat Arab, International Halal Accreditation Forum.
Dilansir dari Salaam Gateway, Selasa 8 Agustus 2017, International Halal Accreditation Forum (IHAF) menilai India termasuk pasar potensial untuk produk halal, termasuk kosmetik halal.
Pada tahun 2015, nilai penjualan kosmetik di India mencapai US$43 miliar (Rp573,24 triliun) dan penjualan kosmetik kepada konsumen Muslim mencapai US$4,2 miliar (Rp55,9 triliun).
Tercatat ada 170 juta masyarakat yang beragama Islam di India. Ini bisa dikatakan, India merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak kedua di dunia, setelah Indonesia. Bahkan, India diprediksi memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia pada 2050, menurut Pew Research Center.
Sekretaris Jenderal IHAF, Moh Saleh Badri mengatakan, forum ini telah menadatangani perjanjian keanggotaan dengan India pada awal tahun ini. Badan ini memang membantu 22 negara untuk membantu merancang standardidasi produk halal.
" Didorong oleh misi kami untuk menyeragamkan industri halal dunia dan mendobrak penghalang perdagangan, IHAF siap untuk mendukung India dalam membangun infrastruktur halal," kata Saleh.
Sertifikasi halal untuk kosmetik ini pada dasarnya untuk konsumen Muslim. Akan tetapi, permintaan produk kosmetik halal dari konsumen non-Muslim juga meningkat.
Sebuah kajian dari AMust menunjukkan, kesadaran konsumen Muslim di India akan kosmetik halal, masih kurang. Ada kemungkinan kosmetik yang beredar di India masih mengandung produk haram.
" Sebagai tambahan, skandal fraud halal bisa mengganggu kepercayaan konsumen. Sertifikasi halal sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen Muslim," kata kajian tersebut.
Badri mengatakan tujuan sertifikasi halal adalah meyakinkan kehalalan produk kepada konsumen Muslim yang ingin membeli produk halal.
“ Suatu saat nanti, mereka akan melihat satu stempel halal yang berlaku universal di produk/jasa di mana pun mereka berada,” kata dia. (ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih