Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sumber: Shutterstock
Dream - Selama pandemi, pelaku usaha kemasan mengalami kenaikan permintaan karena banyak orang memilih untuk berbelanja online. Peningkatan pemesanan kemasan produk mencapai 15-30% dibandingkan sebelum pandemi.
Para pelaku usaha yang awalnya tidak terlalu memperhatikan kemasan produk, saat ini sudah mulai menyadari pentingnya kemasan yang melindungi kebersihan produk.

“ Pandemi membuat banyak orang lebih hati-hati dalam memilih jenis kemasan terutama para pelaku usaha makanan, mereka ingin para pelanggan tetap merasa aman dan nyaman saat memesan makanan di tempat mereka”, tutur Arief Santoso, Director of Sales and R&D PT Prima Makmur Rotokemindo pada konferensi virtual, Selasa 15 Juni 2021.
Selama pandemi tren packaging pun beruba. Aaat ini ada tiga hal yang paling dicari para pelaku usaha saat membuat kemasan. Jenis pengemasan berikut bisa jadi inspirasi Sahabat Dream yang ingin memulai usaha.

Kemasan mudah dan aman menjadi salah satu yang paling banyak dipesan. Contohnya kemasan yang bisa disegel untuk alasan keamanan dan kebersihan, terutama untuk kemasan pangan.
Terdapat juga fitur kemudahan untuk pengguna, seperti mudah di desinfeksi, mudah di buka, mudah dihangatkan, dan sebagainya.
2. Reusability

Mulai meningginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan membuat pelaku usaha juga terdorong untuk menggunakan jenis kemasan yang reusable.
“ Biasanya jenis kemasan ini cukup murah sehingga tidak perlu dikembalikan, tapi dapat digunakan berkali-kali untuk keperluan yang sama atau bisa digunakan untuk wadah lain.” jelas Arief.

Selain bisa digunakan kembali, banyak dari jenis bahan packaging dapat didaur ulang untuk untuk menjadi komoditas lain seperti bahan kemasan baru.
Perlu diketahui bahwa plastik adalah salah satu bahan yang sangat mudah di daur ulang. Selama ini, plastik yang dikenal merusak lingkungan ternyata memungkinkan untuk memiliki siklus pemakaian yang panjang jika dibarengi dengan berkembangnya industri daur ulang sampah plastik.
Salah satu perusahaan kemasan yang memiliki teknologi converting untuk memenuhi permintaan ini adalah PT Prima Makmur Rotokemindo. Perusahaan ini juga membuka partai kecil untuk para pelaku usaha UMKM. Dimana minimal jumlah pemesanan kemasan dapat dilakukan sedikitnya 1000 pcs saja.
Jadi, Sahabat Dream ingin pilih pengemasan yang mana?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam