Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Penjualan Makanan Laut (seafood) Meningkat Hingga 30 Persen Melalui Online Dan Ritel. (Foto Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Dampak pandemi Covid-19 tak hanya menyasar sektor kesehatan masyarakat tetapi merontokkan perekonomian. Terbukti memicu resesi ekonomi, virus Sars-Cov2 turut melemahkan geliat bisnis makanan laut (seafood).
Ketua Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Budhi Wibowo, mengatakan bisnis food service turun tajam selama pandemi Covid-19. Dikatakan bahwa bisnis restoran, hotel, kafe, dan katering anjlok 80 persen selama pandemi.
“ Sekarang turunnya sudah membaik. (Turunnya) hanya 60 persen,” kata Budhi dalam Press Conference Krista Virtual Expo 2020, Rabu 2 Desember 2020.
Namun, lanjut Budhi, pasar seafood untuk penjualan akhir kepada konsumen atau melalui ritel supermarket dan online, cenderung stabil. Bahkan, tumbuh hingga 30 persen.
“ Ini bisa meng-cover penjualan (bisnis food service),” kata dia.
Budhi juga menyebut ada permintaan yang meningkat untuk produk siap saji dan siap masak sejak Maret 2020. Untuk itu, mereka melalukan switching bisnis ke produk-produk yang bernilai tambah seperti ready to cook.
Produk-produk ini diperbanyak untuk dijual ke ritel atau ke konsumen akhir. “ Kami mencoba ikan-ikan diberikan bumbu seperti lada hitam, kabayaki, dan lain-lain supaya konsumen gampang untuk memasaknya,” kata dia.
Budhi mengatakan cara lainnya untuk meningkatkan penjualan produk-produk seafood adalah mengikuti pameran Virtual Seafood Show. Sekadar informasi, pameran tersebut merupakan bagian dari Krista Virtual Expo 2020 yang digelar pada 8-13 Desember 2020.
Dengan mengikuti pameran ini, Budhi optimistis penjualan ke ritel dan online bisa semakin meningkat. “ Dengan pameran ini, kami bisa semakin berkembang,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya