Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Selama Pandemi Covid-19, Penjualan Seafood Via Online Meroket

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 2 Desember 2020 18:12
Selama Pandemi Covid-19, Penjualan Seafood Via Online Meroket
Pertumbuhannya mencapai dua digit.

Dream – Dampak pandemi Covid-19 tak hanya menyasar sektor kesehatan masyarakat tetapi merontokkan perekonomian. Terbukti memicu resesi ekonomi, virus Sars-Cov2 turut melemahkan geliat bisnis makanan laut (seafood).

Ketua Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Budhi Wibowo, mengatakan bisnis food service turun tajam selama pandemi Covid-19. Dikatakan bahwa bisnis restoran, hotel, kafe, dan katering anjlok 80 persen selama pandemi.

“ Sekarang turunnya sudah membaik. (Turunnya) hanya 60 persen,” kata Budhi dalam Press Conference Krista Virtual Expo 2020, Rabu 2 Desember 2020.

Namun, lanjut Budhi, pasar seafood untuk penjualan akhir kepada konsumen atau melalui ritel supermarket dan online, cenderung stabil. Bahkan, tumbuh hingga 30 persen.

“ Ini bisa meng-cover penjualan (bisnis food service),” kata dia.

1 dari 1 halaman

Permintaan Ready To Cook Meningkat

Budhi juga menyebut ada permintaan yang meningkat untuk produk siap saji dan siap masak sejak Maret 2020. Untuk itu, mereka melalukan switching bisnis ke produk-produk yang bernilai tambah seperti ready to cook.

Produk-produk ini diperbanyak untuk dijual ke ritel atau ke konsumen akhir. “ Kami mencoba ikan-ikan diberikan bumbu seperti lada hitam, kabayaki, dan lain-lain supaya konsumen gampang untuk memasaknya,” kata dia.

Budhi mengatakan cara lainnya untuk meningkatkan penjualan produk-produk seafood adalah mengikuti pameran Virtual Seafood Show. Sekadar informasi, pameran tersebut merupakan bagian dari Krista Virtual Expo 2020 yang digelar pada 8-13 Desember 2020.

Dengan mengikuti pameran ini, Budhi optimistis penjualan ke ritel dan online bisa semakin meningkat. “ Dengan pameran ini, kami bisa semakin berkembang,” kata dia.

Beri Komentar