Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Sektor fashion muslim kena imbas pandemi Covid-19 yang sampai saai ini belum menunjukkan tanda-tanda usai. Di awal mewabah, hampir tak pernah ada lagi kegiatan fashion show untuk menekan penyebaran virus tersebut.
Selama tahun 2020, semua penggiat fashion lebih banyak digelar secara virtual. Bahkan hajatan fashion skala dunia sekalipun melakukan konsep yang sama.
Tak hanya minim kegiatan, wabah Covid-19 juga membuta pemasukan desainer dan pelaku bisnis modest fashion menyusut.
Merujuk pada data terbaru State of Islamic Global Economy 2020/2021, pengeluaran muslim akan memangkas pengeluaran sebesar 2,9 persen menjadi US$268 miliar (Rp3.711,19 triliun) untuk modest fashion.

Sembari menunggu semuanya stabil, yuk Sahabat Dream tetap jaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Jika semua sehat dan virus COVID-19 tiada, pasti helatan fashion muslim bisa kamu datangi dengan rasa aman dan nyaman, kan?
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Masa pandemik Covid-19 membuat banyak orang mengonsumsi minuman jamu.
Kaya khasiat karena menggunakan bahan dari rempah dan tanaman herbal, jamu diyakini bisa menjaga imunitas tubuh serta menyembuhkan beberapa jenis penyakit.
Daya tahan tubuh memang sangat diperlukan agar terhindar dari paparan virus COVID-19. Meski memiliki segudang manfaat, namun mengonsumsi jamu tidak sesuai takarannya hanya akan mengurangi khasiatnya.
Selain dosis yang tidak terstandar, konsumsi jamu sembarangan juga tidak disarankan. Segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan dapat memberi dampak buruk bagi tubuh.
Lalu, bagaimana seharusnya mengonsumsi jamu agar manfaatnya dapat terserap tubuh dengan baik?
© © Dream.co.id/Savina Mariska
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Mendekati libur panjang akhir tahun, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan pelaku usaha termasuk masyarakat, untuk belajar dari pengalaman pada masa libur panjang periode sebelumnya di masa pandemi Covid-19. Ini agar tidak terjadi lonjakan Covid-19.
Menurut Wiku, pada periode lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan HUT RI, dan juga libur panjang akhir Oktober dan awal November, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 secara signifikan.
" Dari data yang kami peroleh, terdapat peningkatan kasus positif pascaliburan panjang tersebut," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19, Minggu 29 November 2020.
Menurut Wiku, Satgas memahami kondisi pelaku usaha di sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19. Terutama mendekati akhir tahun.
Namun, perlu diketahui peningkatan kasus positif yang tidak terkendali juga dapat berdampak buruk pada terhadap kelangsungan usaha berbagai sektor termasuk sektor pariwisata.
Oleh karena itu, pemerintah akan berusaha meminimalisir peningkatan kasus positif, sehingga peningkatan kasus dapat lebih dikendalikan.
" Kebijakan yang akan diambil tentunya sudah mempertimbangkan berbagai dampak termasuk terhadap sektor pariwisata," jelas Wiku.
Dia meminta pengertian dari semua pihak agar kondisi aman dari Covid-19 dapat terjaga Meskipun masa libur akhir tahun sudah di depan mata.
Satgas Penanganan Covid-19 saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait keputusan masa libur panjang akhir tahun 2020.
Wiku memastikan pemerintah masih mengkaji keputusan yang akan diambil terkait libur panjang.
" Masyarakat perlu mengetahui, bahwa apapun keputusan yang akan diambil pemerintah akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Karena kita tidak boleh lengah," pungkasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya