Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ketua Umum IAEI Sri Mulyani Indrawati
Dream - Sri Mulyani Indrawati meyakini ekonomi Islam dapat berperan dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang digalakkan pemerintah. Keyakinan itu muncul karena ekonomi syariah sarat nilai solidaritas, adil, kolaborasi, dan kesetaraan.
Menurut Sri Mulyani yang berbicara dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), instrumen ekonomi Islam seperti zakat, infaq, dan wakaf memiliki peran penting terutama ketika pandemi Covid-19 karena memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
" Itu semua yang pokok, bahkan lebih penting dan menjadi lebih relevan ketika menghadapi Covid-19 karena pandemi ini tidak hanya ditangani satu pihak, pemerintah saja," kata Sri Mulyani dalam webinar internasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan pemerintah bukan satu-satunya pelaku utama dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam membantu serta mendukung masyarakat miskin.
Secara khusus, Sri Mulyani menambahkan pandemik Covid-19 diharapkan menjadi momentum ekonomi Islam mengambil peran salah satunya di industri farmasi untuk menerapkan aspek halal untuk vaksin.
Dalam hal makanan halal, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada industri mengembangkan produk dengan gaya hidup sehat.
Di industri finansial, lanjut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, sistem perbankan syariah memiliki daya tahan selama krisis virus corona karena sistem ini mengadopsi dan melaksanakan nilai-nilai yang adil dan transparan yang diharapkan konsisten diimplementasikan.
Dalam mendukung pembiayaan, pemerintah juga menerbitkan instrumen berbasis syariah yakni sukuk yang banyak diminati investor dalam dan luar negeri.
Menkeu menyebut diversifikasi instrumen pembiayaan yang berdasarkan hukum syariah dilakukan pemerintah untuk pembiayaan kreatif seperti pembangunan universitas Islam di Tanah Air yang bersumber dari sukuk.
Pemerintah, lanjut dia, juga mendukung diversifikasi zakat, wakaf, infaq, fai, dan jizyah sebagai pembiayaan alternatif yang berbasis solidaritas sosial juga sekaligus menjadi instrumen yang efektif dalam menangani dampak Covid-19 terutama yang memengaruhi ekonomi.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes