Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Pandemi memang membuat kondisi jadi serba nggak pasti. Namun, di sisi lain ada banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk meraih cuan. Biarpun begitu, nggak banyak orang yang berani memulai usaha di tengah pandemi karena situasi yang dinilai masih belum kondusif. Terlebih karena pembatasan sosial masih banyak diterapkan.
Tapi, bukan berarti kamu nggak bisa memanfaatkan peluang yang ada. Cari tahu dulu trik membangun bisnis selama pandemi dari Kelas Online Komunitas Bukalapak x Zurich bertajuk Strategi Agar Usaha Tidak Rugi? Di Sini Jawabannya yang berlangsung pada Rabu (13/01/2021) lalu. Seperti apa sih ulasannya?

Sebelum memulai usaha, modal sering jadi hal utama yang bikin galau para pelaku usaha. Banyak ide bisnis yang nggak bisa terwujud karena minimnya modal. Namun, hal ini sebenarnya bisa disiasati dengan memanfaatkan modal eksternal, yaitu lewat pembiayaan.
Selain permodalan dari lembaga konvensional, pembiayaan berbasis syariah bisa jadi pilihan lho. Sektor ini sedang populer seiring dengan berkembangnya gaya hidup syariah sesuai dengan prinsip Islam. Permodalan syariah dianggap lebih menguntungkan, karena sesuai tuntunan agama dan bebas dari bunga serta riba.
" Bila kita ingin mendapatkan modal dari luar terutama dari perbankan dan lembaga keuangan lain kita sangat dituntut menyajikan laporan keuangan sesuai Syariah yang menceritakan bagaimana bisnis yang akan kita Kelola yang nantinya akan menjadi acuan pemangku kepentingan untuk memberikan modal,” kata Yusron, Head of Syariah Adira Finance saat mengisi kelas online tersebut.
Jadi, penting banget untuk menyiapkan catatan akuntansi yang komprehensif sesuai syariah. Yusron menekankan pentingnya hal tersebut, " Kita perlu mengetahui bahwa cara mencatat (laporan keuangan) sesuai Syariah itu sudah ada anjurannya. Bila Anda berbisnis perlu melakukan pencatatan apalagi jika bisnisnya dijalankan dengan tidak tunai. Barang ada dahulu uangnya belakangan atau pembayarannya secara diangsur atau seterusnya itu harus dicatat dan ada saksinya jadi tidak boleh tidak menuliskan," jelas Yusron.
Definisi akuntansi bertujuan menyiapkan suatu Laporan Keuangan yang akurat agar dapat digunakan pemangku kepentingan. Prosesnya meliputi: mencatat (berdasarkan bukti-bukti transaksi), mengelompokkan, mengolah, menyajikan data transaksi ekonomi dari suatu kegiatan (nirlaba maupun profit oriented).

Kondisi pandemi memberikan banyak pelajaran, termasuk soal menyiapkan strategi melindungi bisnis yang lebih komprehensif. Nah, saatnya mulai pertimbangkan untuk memiliki asuransi bisnis yang bisa membantu menghindari risiko tersebut.
Menurut Darry Avianto, ADMF Business Development Head Adira Insurance mengemukakan pentingnya manajemen risiko terutama dalam berbisnis di tengah kondisi pandemi saat mengisi kelas online Komunitas Bukalapak x Zurich.
“ Di kondisi pandemi hal paling dirasakan ialah penurunan permintaan pasar, banyak orang berhenti bekerja, daya beli menurun sehingga permintaan pasar mengalami impact. Sisi produksi juga terhambat, bahan baku terhambat, pabrik tidak bisa bekerja normal,” ujar Darry.
Darry juga menegaskan jika memiliki asuransi, pemilik usaha nggak perlu pusing memikirkan risiko bisnis yang ada. Sebab, bisnis sudah memiliki pondasi kokoh sehingga lebih kuat menghadapi risiko apapun.
Kekokohan pondasi tersebut harus tetap dijaga dengan berusaha sebaik mungkin dalam pencegahan risiko. Upaya mempertahankan bisnis akan berbuah manis dengan persiapan pencegahan serta penanganan risiko.
“ Dengan kita menyisihkan dana untuk asuransi bisnis itu artinya kita dapat memindahkan risiko kita menjadi risiko perusahaan asuransi,” jelas Darry.
Tak hanya itu Darry meyakinkan para pemilik usaha akan lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya karena asuransi perlindungan bisnis dapat menangani semua bentuk risiko yang mungkin terjadi, sehingga tanpa sadar Anda akan menjadi pengusaha yang lebih berani lagi dalam menghadapi risiko.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya