Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kellie Wilson, Seorang Tuna Rungu Yang Kesulitan Mencari Pekerjaan Di Tengah Pandemi (Foto: ITV News)
Dream – Melamar pekerjaan menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Hampir sebagian besar orang harus berkali-kali melamar hingga bisa mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan. Namun hal serupa tak terjadi pada nasib Kellie Wilson, wanita berusia 33 tahun asal Inggris,
Kellie bahkan sudah melamar lebih dari 3.000 pekerjaan dan semuanya ditolak dengan alasan yang sama, karena ia seorang tuna rungu.
Sejak pertengahan musim panas 2017, Kellie rajin mengirimkan berbagai lamaran pekerjaan, mulai dari tukang bersih-bersih, pengumpul sampah, hingga pegawai supermarket, namun sama sekali tak ada kabar baik.
Kellie mengaku beberapa kali sempat dipanggil untuk tahap wawancara selanjutnya, namun semuanya berhenti tatkala sang calon atasan mengetahui kondisinya.
Bahkan ada juga yang tiba-tiba tak memberi kabar kembali, ketika Kellie mengakui tak mampu wawancara via telpon karena ia seorang tuna rungu.
" Ini sangat membuat frustrasi karena saya tahu saya bisa melakukan pekerjaan itu, dan mereka (tertarik) sebelum mereka tahu saya tuli,”ujarnya pada ITV News.
" Saya merasa kesal, hingga kepercayaan diri saya menurun drastis. Saya mulai berpikir 'apakah saya tidak berguna?”sambungnya.
Kellie kerap menjelaskan pada para HRD bahwa kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk wawancara via telpon. Ia juga sempat menawarkan opsi lain, seperti wawancara via telpon, Skype dan yang lainnya namun tak digubris.

Sebelum aktif mencari pekerjaan, Kellie sempat bekerja di Layanan Percobaan dan di Perusahaan Pinjaman Mahasiswa.
Pencarian pekerjaan yang dilakukan dirasa makin sulit sejak krisis Covid-19. Kellie khawatir ia akan lebih sulit lagi mencari pekerjaan.
Apalagi ia akan kesulitan membaca gerak bibir karena peraturan yang mewajibkan penggunaan masker di berbagai kantor.
Menurut Institute for Employment Studies, nantinya akan ada peningkatan persaingan kerja di wilayah utara Inggris sejak pandemi berlangsung.
Merespon peningkatan tersebut, perdana Menteri Boris Johnson menjanjikan akan menambah peluang pekerjaan. Namun Kellie tak yakin kebijakan yang diambil akan membantu para penyandang disabilitas.
“ Setiap pemerintah mengatakan mereka akan mempromosikan keragaman dan kesetaraan, nyatanya kami tak dapat bagian,”protesnya.
Sumber Mirror
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya