Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Akan Menanggung Ongkos Kirim Untuk Harbolnas Ramadan, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah akan menggelar Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan 2021. Menariknya, pemerintah menanggung ongkos kirim selama Harbolnas berlangsung.
Dikutip dari setkab.go.id, Kamis 22 April 2021, pemerintah akan menggelar Harbolnas Ramadan selama lima hari menjelang Idul Fitri, yaitu H-10 sampai H-6. Jika Lebaran 2021 ditetapkan pada tanggal 12 Mei, H-10 Idul Fitri akan jatuh pada 3 Mei. Dengan begitu, Harbolnas akan diperkirakan digelar pada 3-7 Mei 2021.
“ Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta.
Sekadar informasi, pemerintah menganggarkan dana senilai Rp500 miliar untuk program Harbolnas Ramadan. Diketahui bahwa ongkir yang ditanggung itu berlaku untuk produk-produk lokal.
Airlangga memaparkan selama bulan April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam.
“ Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted,” kata dia.
Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.
“ Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” kata mantan menteri perindustrian itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya