5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Ayah Dan Bayi (Foto: Breastfeeding.org)
Dream - Mempersiapkan kelahiran buah hati bukan hanya tugas para ibu saja, ayah juga memiliki beban yang sama. Jangan sampai istri merasa " berjuang" sendirian untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Bagi ayah, terutama yang baru pertama kali punya anak, sebenarnya bukan hanya berkewajiban mempersiapkan hal finansial, tetapi juga pengetahuan dan mental. Ayah dan ibu baru harus saling mengetahui keinginan masing-masing dan kompak.
Langkah pertama mencari informasi seputar kehamilan, proses melahirkan dan merawat bayi. Anda bisa membaca buku atau menghadiri kelas parenting bersama istri. Ini penting karena tidak ada " sekolah" untuk menjadi orangtua dan ayah. Akan sangat baik kalau memiliki modal pengetahuan sebelum si kecil lahir.
Terkait proses melahirkan, para ayah harus membicarakan secara detail kepada ibu. Ketahui apa kemauan ibu dan masalah yang akan dihadapinya. Misalnya, jika ibu tidak bisa melahirkan normal maka ayah harus tanda tangan untuk operasi C-section.
Lalu, apakah nanti ibu mau menjalani induksi (proses untuk merangsang kontraksi rahim) atau tidak, serta pilihan epidural (anastesi), ayah sebaiknya mengetahuinya.
Hal ini penting diketahui mengingat selama proses melahirkan ibu biasanya dalam kondisi sulit berpikir jernih dalam pengambilan keputusan. Begitu juga, terkait pendampingan, jika proses melahirkan normal apakah ayah siap menemani di ruang bersalin atau tidak. Untuk proses operasi C-section, biasanya dilarang mendampi, tapi di beberapa rumah sakit memperbolehkan ayah masuk ke ruang operasi.
Persiapan lainnya yang juga sangat penting adalah soal pemberian air susu ibu (ASI). Pengetahuan seputar ASI juga perlu diketahui secara detail oleh ayah. Misalnya kasus yang sering muncul adalah pemberian susu formula pada bayi baru lahir di rumah sakit harus melalui resep dokter dan ayah harus tanda tangan.
Terkait pemberian susu formula, bicarakan terlebih dulu kepada istri. Perlu para ayah ketahui, jika ASI istri tidak keluar, sebaiknya segera cari konselor laktasi untuk konsultasi. Wajib ayah tahu, pendampingan dan dukungan ayah jelang melahirkan, saat melahirkan hingga menyusui sangat dibutuhkan para ibu untuk mencegah atau setidaknya mengurangi depresi pasca melahirkan (baby blues).(Sah)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
