Kemasan Produk Siap Santap Akan Dipasang Label Bahaya Penyakit

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 20 Desember 2018 11:45
Kemasan Produk Siap Santap Akan Dipasang Label Bahaya Penyakit
Strategi untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga asupan makan ini meniru kemasan rokok. Bedanya tidak akan ada gambar

Dream - Peringatan keras soal efek buruk merokok terpampang jelas di tiap kemasan produk. Bukan hanya berupa tulisan tapi juga gambar 'mengerikan'. Cara tersebut dilakukan agar para perokok menyadari pentingnya menjaga kesehatannya dari bahaya merokok.

Strategi serupa rupanya akan diadaptasi pada kemasan-kemasan makanan siap makan.

Jika biasanya kemasan makanan cepat saji hanya berisi informasi nilai gizi saja, nantinya akan muncul pesan kesehatan mengenai batasan asupan gula, garam dan lemak.

Salah satu contohnya peringatan itu seperti, `Konsumsi gula > 50 g, natrium > 2000 mg, lemak total > 67 g per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, dabetes melitus, serangan jantung.`

" Seperti di bungkus rokok ada pesan kesehatannya kan. Nah ini, di bungkus makanan juga ada, bedanya dengan bungkus rokok, pada bungkus pangan tidak ada gambar penyakitnya," ujar Kepala Subdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular kementerian Kesehatan RI, Prima Yosephine.

Kehadiran pesan kesehatan tersebut berlandaskan Peraturan Menteri Kesehatan No 63 Tahun 2015 mengenai Perubahan Permenkes No 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Pangan Olahan dan Siap Saji. Di dalamnya tertulis, empat tahun sesudah Permenkes dibuat akan ada implementasinya.

" Jadi, nanti akan kami sosialisasikan hal ini ke masyarakat. Mungkin sekitar awal 2019," ungkap Prima, seperti dikutip dari Liputan6.com

Pemerintah berharap lewat pesan kesehatan tersebut masyarakat jadi sadar sudah menyantap berapa banyak gula, garam, dan lemak. Sehingga, bisa menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi penyakit tidak menular mengalami peningkatan jika dibandingkan lima tahun lalu. Terjadi kenaikan kasus pada penyakit kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

(Sah, Laporan Benekdita Desideria/ Liputan6.com)

Beri Komentar