Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Mengonsumsi buah nanas selama kehamilan menjadi salah satu pantangan dalam masyarakat Asia, khususnya Indnesia dan Malaysia.
Banyak orang meyakini bahwa kandungan dalam nanas dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam rahim hingga menyebabkan keguguran.
Salah satu kandungan dalam nanas yang dipercaya bisa menyebabkan keguguran adalah Bromelain. Zat ini merupakan kombinasi enzim yang bersifat menguraikan protein (proteolitik), yang berasal dari bagian tengah nanas.
Karena kemampuannya untuk menguraikan protein itulah, Bromelain sering digunakan untuk melunakkan daging.
Itulah sebabnya saat makan di restoran, daging yang jika dimasak biasa di rumah keras akan terasa sangat lembut. (eko)
Ada mitos yang mengatakan Bromelain dapat menyebabkan keguguran karena kemampuannya untuk menguraikan protein.
Katanya, Bromelain bisa menyebabkan protein di tubuh bayi menjadi membusuk sehingga terjadi keguguran.
Ada juga yang mengatakan Bromelain menguraikan protein di bagian leher rahim (serviks). Akibatnya, serviks menjadi lemah.
Tetapi tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi nanas dapat menyebabkan keguguran. Sampai saat ini, penggunaan bromelain memiliki tingkat toksisitas yang rendah. (eko)
Mayoritas keguguran sebenarnya disebabkan oleh masalah genetika. Maksudnya, ketika terjadi pembuahan atau janin sedang tumbuh, terjadi mutasi atau kerusakan genetika.
Hal inilah yang menyebabkan bayi tidak bisa melanjutkan kehidupannya. Karena masalah genetika itu, tubuh akan menggugurkan bayi dengan sendirinya.
Jadi, tidak ada studi yang menunjukkan bahwa nanas menyebabkan keguguran. Jika wanita hamil ingin makan nanas silakan saja.
Tetapi jika merasa khawatir akan terjadi keguguran, sebaiknya menghindari mengonsumsi nanas. (eko)
(Sumber: rootofscience.com)
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
