6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Timbangan Berat Badan
Dream - Masalah berat badan pada orang-orang yang berbobot lebih sering disangkut-pautkan dengan beragam risiko penyakit. Seperti menurunnya kondisi jantung, diabetes, dan meningkatkan risiko stroke.
Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan, mereka yang berlebihan berat badan hidupnya lebih bahagia.
Studi yang dipublikasi dalam International Journal of Epidemology ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Bristol, Inggris. Tim dipimpin Louise Millard dan George Davey Smith.
Studi dilakukan pada sekelompok orang yang dipindai secara otomatis oleh PHESANT (PHEnome Scan ANalysis Tool). Alat ini berada di Biobank Inggris, sebuah database yang berisi data genetik dari 500.000 pria dan wanita di Inggris dari usia 37 sampai 73 tahun.
Dari hasil studi itu, ditemukan hubungan erat antara bobot tubuh seseorang dengan kondisi kesehatannya seperti yang sudah diketahui pada umumnya.
Hal yang mencengangkan, temuan adanya orang yang memiliki bobot tubuh berlebihan, justru mempunyai ketenangan dalam berpikir yang lebih baik dibandingkan dengan orang kurus.
" Mereka dengan kondisi genetik terhadap BMI (Indeks Masa Tubuh) lebih tinggi, cenderung tidak menganggap diri mereka sebagai orang yang gugup atau menyebut diri mereka tegang atau 'sangat terikat' ketika dalam kondisi mendesak," ujar Millard.
Hasil dari studi tersebut didukung oleh Dasha Nicolls, dari Royal College of Psychiatrists, Inggris. Menurutnya mereka yang gizinya terpenuhi dengan baik, emosinya cenderung lebih stabil.
" Kami tahu bahwa jika seseorang mengalami gangguan gizi, dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengatur emosi mereka," tutur Nicolls.
(ism, Sumber: Independent.co.uk)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?