Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Deteksi Kanker (Foto: Shutterstock)
Dream - Kanker merupakan salah satu penyakit kronik di dunia. Selain prevalensi yang semakin meningkat, sampai saat ini masih banyak mitos menyesatkan tentang deteksi dan pengobatan kanker.
Kanker terbentuk oleh proses perubahan genetik pada sel tubuh. Sel membelah diri dengan cepat sehingga membentuk benjolan tumor.
Dibutuhkan tindakan biopsi untuk mengetahui apakah tumor sudah sampai pada tahap kanker atau tidak.
"Tanpa mengetahui hasil biopsi, dokter tidak bisa bertindak. Prosedurnya harus seperti itu, tidak bisa ditentukan kanker atau bukan hanya berdasarkan gambaran (imaging) saja, seperti CT Scan, PET Scan atau pun MRI," kata Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, Ahli Hematologi Onkologi Medik RSCM di acara 20 Tahun Eugenia Communications, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Sayangnya, masih banyak pasien yang takut melakukan biopsi karena dipicu berbagai mitos. Sebagian menolak biopsi karena takut sel kanker menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan sakit lebih parah.
"Padahal orang yang tidak biopsi dan tidak biopsi bisa tetap menyebar kankernya karena sifat kanker memang berpotensi menyebar," tegasnya.
Sebelum biopsi, pasien melakukan proses imaging terlebih dahulu untuk melihat gambaran. Prosedur diawali dengan mengambil darah, radiologi (CT Scan, MRI, PET Scan atau USG) untuk melihat luas cakupan tumor.

Kemudian dokter melakukan biopsi dengan mengambil sampel jaringan tumor. Selanjutnya sampel akan dibawa ke patologi anatomi untuk diperiksa dengan mikroskop.
"Ada ciri tertentu yang menandakan bahwa sel tersebut berbeda dengan sel normal dan merupakan sel kanker. Jika memang kanker, akan ditentukan jenis kanker apa dan bagaimana potensi dan pertumbuhannya," ujar dr. Ikhwan
Biopsi sudah semestinya dilakukan guna mencegah berbagai risiko. Seperti sel kanker yang terlanjur menyebar ke seluruh tubuh, salah diagnosa dan salah pengobatan yang berujung pada malpraktik.

Jika menemukan benjolan tak wajar pada tubuh, segera periksakan ke dokter. Kanker yang belum menyebar dapat ditangani dengan prosedur bedah dan memiliki harapan hidup lebih tinggi.
"Terkadang ada juga pasien yang sudah biopsi, tapi dia malah pergi ke tempat pengobatan lain. Beberapa bukan kemudian balik lagi, ya tentu berbeda kondisinya dibandingkan saat terdeteksi pertamakali," tutupnya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS