Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi umat Muslim, babi merupakan salah satu hewan yang haram untuk dikonsumsi. Selain itu, daging babi memiliki risiko yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya, risiko infeksi cacing pita yang dapat masuk kedalam tubuh setelah mengonsumsi daging babi.
Risiko tersebut terjadi apabila mengonsumsi daging babi secara berlebihan. Terlebih bila daging babi masih dalam kondisi mentah. Sehingga potensi bahaya dari daging babi tersebut patut diwaspadai.
Tak hanya itu, rupanya daging babi juga dapat menyebabkan risiko lain yang tak kalah berbahaya bagi tubuh. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Hati daging babi dapat memicu penyakit hati hepatitis karena membawa virus hepatitis E. Menurut Center for Disease Control and Prevention, kasus sporadik virus hepatitis E genotipe 3 terjadi di negara-negara maju akibat konsumsi daging babi dan rusa yang tidak dimasak maupun kurang matang.
Infeksi virus ini dapat memicu gejala akut, termasuk pembesaran hati, gagal hati, dan risiko kematian. Penderita infeksi virus hepatitis E seringkali tidak menunjukkan gejala. Namun, hal ini dapat berisiko menimbulkan gagal hati dan risiko kematian ibu dan janin.
Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat. Kaitan MS sebagai risiko bahaya daging babi mulai menguak sejak tahun 1980-an. Bagian daging babi yang paling dikaitkan dengan penyakit autoimun pada saraf adalah bagian otaknya.
Daging babi berpotensi memicu kanker hati akibat adanya kandungan nitrosamine yang dilaporkan bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Beberapa ahli melaporkan manusia lebih sensitif terhadap nitrosamine dibandingkan hewan uji coba seperti tikus.
Senyawa nitrosamine disebutkan terkandung dalam daging babi seperti di bagian hati, bacon (daging babi yang sudah digarami), sosis, dan ham (bagian kaki daging babi yang sudah digarami). Bagian daging babi yang berlemak cenderung mengandung akumulasi nitrosamine dibandingkan bagian yang sedikit lemaknya.

Sirosis hati adalah kondisi munculnya jaringan parut atau fibrosis pada hati. Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai penyakit, termasuk hepatitis. Sirosis hati pun dikaitkan ahli sebagai potensi bahaya daging babi walau riset lanjutan masih diperlukan.
Trikinosis adalah infeksi yang disebabkan oleh larva dari spesies cacing yang disebut Trichinella spiralis. Dahulu, trikinosis erat dengan konsumsi daging babi yang tidak matang. Namun saat ini, kasus trikinosis akibat konsumsi daging babi dilaporkan sudah sangat menurun.
Yersiniosis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia. Gejala akut yersiniosis cukup menyiksa, termasuk demam, nyeri, hingga diare berdarah. Konsekuensi jangka panjang dari infeksi ini yaitu risiko arthritis reaktif, jenis peradangan pada sendi yang disebabkan oleh infeksi.
Taeniasis adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh tiga spesies cacing daging pita. Salah satu spesies cacing pita tersebut adalah Taenia solium, yang berisiko masuk ke tubuh manusia jika mengonsumsi daging babi mentah atau kurang masak.

Berikut beberapa tips yang dapat digunakan untuk menghindari risiko bahaya daging babi.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
