Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kusnarto Dan Istrinya (jatim.kemenag.go.id)
Dream - Salah satu jemaah haji yang tergabung dalam kloter 80 Surabaya, Kusnarto, meninggal dunia di Mekah. Jemaah berusia 78 tahun tersebut mengembuskan nafas terakhir ketika berwudu, saat hendak melaksanakan sholat Jumat.
Menurut petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 80, Ilham Rohim, Kusnarto awalnya masuk ke kamar mandi untuk berwudu pada Jumat 31 Agustus 2018. Dia masuk pukul 10.15 waktu Arab Saudi
Teman sekamar, Sulistyo, mulai curiga karena Kusnarto tak kunjung keluar dari kamar mandi. Sulistyo lantas meminta Supiah, istri Kusnarto, untuk melihat kondisi suaminya di kamar mandi.
Dengan dibantu beberapa petugas hotel, mereka membuka pintu kamar mandi dan menemukan Kusnarto dalam kondisi lemah. Kusnarto kemudian dibaringkan di tempat tidur dan diberikan penanganan oleh tenaga medis.
Namun, tak lama kemudian Kusnarto menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar pukul 10.30 WAS. Jenazah warga Japanan Kecamatan Gudo, Jombang, ini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Faisal dan pemandian Muhajirin. Jenazah Kusnarto disholatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di pemakaman Shara e Makkah
Kusnarto, taambah Ilham, merupakan jemaah beresiko tinggi (resti) yang memiliki riwayat penyakit asma.
Sementara pada hari yang sama, Chamdanah (73), jemaah haji yang tergabung dalam kloter 78 asal Jombang juga meninggal dunia karena penyakit pernafasan.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Jamal, menjelaskan, hingga kini terdapat 38 jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci dan satu orang yang meninggal dalam perjalanan dari bandara menuju debarkasi Surabaya.
“ Hingga hari ini ada 38 jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci. 36 jamaah dari Jawa Timur dan 3 orang dari jamaah NTT. Ditambzh satu lagi jamaah haji asal Sumenep kloter 11 yang meninggal di ambulan saat perjslanan dari bandara ke debarkasi Surabaya,” tutur Jamal.
Sehingga, total terdapat 38 jamaah haji yang dinyatakan meninggal dunia di tanah suci serta 1 orang meninggal dalam perjalanan menuju debarkasi Surabaya sampai hari kelima pemulangan jamaah haji debarkasi Surabaya
Berikut daftar jamaah haji Jatim yang meninggal dunia:
Sementara, Muh Rafik (75 tahun), anggota kloter 11 asal Kabupaten Sumenep wafat pada 31 Agustus 2018 dalam perjalansn bandara Juanda Sidoarjo menuju Debarkasi Surabaya karena gagal nafas.
Sumber: jatim.kemenag.jatim
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya